Detikacehnews.id | Bireuen - Suasana Idul Fitri 1447 Hijriah di Gampong Cot Meurak Blang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Di tengah keterbatasan akibat musibah banjir yang terjadi pada November lalu, masyarakat tetap menunjukkan keteguhan hati dan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah hari kemenangan.
Masjid Jami’ Al Mabrur yang selama ini menjadi pusat aktivitas ibadah masyarakat setempat, dilaporkan longsor dan terbawa arus sungai akibat derasnya banjir. Kejadian tersebut tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga menghilangkan fasilitas utama yang selama ini digunakan warga untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk shalat berjamaah dan perayaan hari besar Islam.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat. Selama bulan suci Ramadhan, warga secara swadaya bergotong royong membangun sebuah masjid darurat di sekitar lokasi reruntuhan masjid lama. Dengan mengandalkan sumbangan dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan masjid sederhana tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu bulan.
Salah seorang warga, Haris, mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin di tengah keterbatasan tersebut. “Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh warga, kami tetap dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan khidmat meskipun dalam kondisi yang sederhana,” ujarnya.
Pada pagi Idul Fitri, masyarakat terlihat memadati masjid kecil yang telah dibangun secara gotong royong. Bahkan, sebagian warga terpaksa melaksanakan shalat di area sekitar, termasuk di bantaran sungai, akibat keterbatasan kapasitas tempat ibadah. Meski demikian, suasana kekhusyukan tetap terasa, mencerminkan keikhlasan dan ketabahan masyarakat dalam menghadapi ujian.
“Bagi kami, yang terpenting adalah bisa tetap beribadah dan merayakan Idul Fitri bersama. Walaupun tidak seindah dan senyaman sebelumnya, kami tetap bersyukur,” tambah Haris.
Peristiwa longsornya Masjid Jami’ Al Mabrur menjadi kenangan pahit yang tidak mudah dilupakan oleh masyarakat Cot Meurak Blang. Namun, di balik musibah tersebut, muncul nilai-nilai solidaritas, kepedulian, dan semangat kebersamaan yang semakin menguatkan hubungan antarwarga.
Momentum Idul Fitri tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas kekuatan iman dan persatuan masyarakat dalam menghadapi cobaan. Warga berharap ke depan dapat kembali membangun masjid yang lebih layak sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan di desa mereka.
Dengan segala keterbatasan yang ada, masyarakat Cot Meurak Blang telah menunjukkan bahwa semangat beribadah dan kebersamaan tidak akan pernah runtuh, meskipun bangunan fisik yang menjadi simbolnya telah hilang.
