Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Satgas PRR Aceh Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir di Bireuen

Senin, 16 Maret 2026 | 21:55 WIB Last Updated 2026-03-16T14:55:16Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh menyerahkan bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Bireuen. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, pada Senin (16/3/2026) di Pendopo Bupati Bireuen.


Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan turut disaksikan oleh Bupati Bireuen Mukhlis, Wakil Bupati Razuardi, Penjabat Sekretaris Daerah Bireuen Hanafiah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.


Bantuan dari Presiden tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu. Bantuan yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan dasar dan perlengkapan ibadah.


Adapun bantuan yang diserahkan meliputi 250 eksemplar Al-Qur’an, 500 buah sajadah, 250 lembar sarung, 250 set mukena, 5.000 celana, 300 jaket, 1.000 kemeja, 1.000 sarung tambahan, 1.000 potong aneka pakaian, serta 500 jilbab.


Selain itu, Satgas PRR Aceh juga menyerahkan 600 paket bantuan peralatan dapur bagi masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.


Dalam arahannya yang disampaikan di gazebo Pendopo Bupati Bireuen, Safrizal menegaskan bahwa proses penanganan pascabencana saat ini terus dipercepat oleh pemerintah. Menurutnya, percepatan tersebut sangat bergantung pada keakuratan data korban bencana di lapangan.


Ia menekankan bahwa data korban harus disusun secara rinci dan akurat dengan sistem by name by address agar penyaluran bantuan maupun program rehabilitasi tidak salah sasaran.


Data korban bencana harus benar-benar akurat, disusun by name by address, sehingga program penanganan dan bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran,” ujarnya.


Safrizal juga mengingatkan agar data yang disiapkan telah dilengkapi dengan pilihan pola hunian tetap bagi masyarakat terdampak, baik berupa hunian tetap komunal maupun hunian tetap in situ di lokasi asal warga.


Menurutnya, kelengkapan data tersebut sangat penting untuk mempercepat proses pembangunan hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak atau tidak lagi layak ditempati akibat bencana.


Ia menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap dapat segera dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri, apabila seluruh tahapan administrasi dan pendataan telah selesai.


Insyaallah, bila tidak ada kendala lagi, setelah Lebaran pembangunan hunian tetap segera dimulai,” kata Safrizal.


Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di daerah tersebut.