Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

JSIT Bireuen Sukses Gelar Musda 2026, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan Islam

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30 WIB Last Updated 2026-05-10T04:30:24Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Bireuen sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Oproom Kantor Bupati Bireuen, Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan mengusung tema “Sinergi dalam Kolaborasi, Unggul dalam Inovasi, Menuju Pendidikan Islam Mendunia.”

Musda ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar JSIT Kabupaten Bireuen dalam memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan arah pengembangan pendidikan Islam terpadu di masa mendatang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul di era globalisasi.

Menurutnya, pendidikan saat ini tidak hanya dituntut mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang memiliki akhlak, integritas, dan spiritualitas yang kuat.

Pengembangan kurikulum karakter dan Al-Qur’an harus menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah Islam terpadu. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menyeimbangkan ilmu pengetahuan dengan pembinaan moral dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada JSIT Kabupaten Bireuen yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam mendukung kemajuan pendidikan di daerah tersebut. Kehadiran sekolah-sekolah Islam terpadu, menurutnya, telah menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

Pemerintah daerah tentu menyambut baik keberadaan JSIT yang selama ini terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dan membangun generasi Qur’ani di Kabupaten Bireuen,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRK Bireuen yang membidangi pendidikan, Syahrizal, SP dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan pendidikan Islam terpadu di Kabupaten Bireuen. Ia menilai JSIT memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendekatan pendidikan yang integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, tantangan pendidikan di era modern menuntut adanya inovasi dan kolaborasi yang kuat antar lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Karena itu, ia berharap Musda JSIT dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang mampu membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di Bireuen.

Kita berharap JSIT terus menjadi motor penggerak pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap kokoh dalam menjaga nilai-nilai Islam,” ungkapnya.

Selain dihadiri unsur pemerintah dan legislatif, kegiatan Musda tersebut juga diikuti oleh kepala sekolah, guru, pengurus yayasan, serta perwakilan sekolah-sekolah Islam terpadu dari berbagai wilayah di Kabupaten Bireuen.

Rangkaian kegiatan Musda berlangsung dinamis dengan agenda utama berupa penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode sebelumnya, sidang organisasi, pembahasan program kerja, hingga pemilihan pengurus baru JSIT Kabupaten Bireuen untuk periode 2026–2030.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung secara musyawarah, Aulia Rizki, S.Pd., Gr., terpilih sebagai Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Bireuen periode 2026–2030.

Usai terpilih, Aulia Rizki langsung dikukuhkan oleh Ketua JSIT Wilayah Aceh, Fachrurrizal, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Aulia Rizki, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi antar sekolah Islam terpadu di Kabupaten Bireuen serta mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota JSIT untuk terus menjaga semangat kolaborasi dalam membangun pendidikan Islam yang unggul, modern, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.

Musda ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Kegiatan Musda ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam memajukan pendidikan Islam terpadu di Kabupaten Bireuen.