Detikacehnews.id | Yogyakarta – Momen haru sekaligus membanggakan mewarnai Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Mahasiswa Aceh Bireuen Yogyakarta (IKMAB Jogja) Periode 2026–2027 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta, Minggu (28/6/2026).
Di tengah rangkaian acara yang berlangsung khidmat, suasana mendadak berubah menjadi penuh semangat dan rasa kekeluargaan ketika panitia memutar Mars Bireuen. Lagu kebanggaan Kabupaten Bireuen tersebut menggema di ruangan, mengundang antusiasme seluruh peserta yang hadir untuk turut berdiri dan menyanyikannya bersama-sama.
Mulai dari mahasiswa, tokoh masyarakat Aceh di Yogyakarta, para alumni, hingga tamu undangan tampak larut dalam suasana kebersamaan. Bahkan, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang hadir secara langsung dalam acara tersebut turut menikmati momen yang sarat makna itu.
Lantunan Mars Bireuen seolah menjadi pengikat batin antara masyarakat Bireuen yang berada di perantauan dengan tanah kelahiran yang mereka cintai. Bagi para mahasiswa, lagu tersebut bukan sekadar simbol daerah, tetapi juga menjadi pengingat akan amanah untuk terus menjaga nama baik daerah dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Bireuen di masa depan.
Di perantauan, terutama di Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap kampung halaman menjadi modal penting dalam membangun solidaritas antarmahasiswa. Pemutaran Mars Bireuen pada acara pelantikan tersebut menjadi simbol bahwa meskipun terpisah oleh jarak, semangat untuk menjaga identitas dan kebanggaan terhadap daerah tetap menyala.
Suasana semakin terasa emosional ketika seluruh peserta menyanyikan setiap bait lagu dengan penuh penghayatan. Beberapa mahasiswa mengaku merasakan kerinduan mendalam terhadap keluarga dan kampung halaman, sementara yang lain menjadikan momen tersebut sebagai sumber motivasi untuk terus belajar dan berprestasi demi masa depan Bireuen.
Keberadaan Mars Bireuen dalam kegiatan resmi mahasiswa di luar daerah juga menunjukkan kuatnya komitmen generasi muda untuk tetap melestarikan identitas daerah di tengah keberagaman budaya yang ada di Yogyakarta. Hal ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan dan nilai-nilai luhur masyarakat Kota Juang.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., mengingatkan bahwa mahasiswa Bireuen di Yogyakarta merupakan duta daerah yang harus menjaga nama baik Kabupaten Bireuen serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Aceh yang Islami, santun, dan penuh kebersamaan.
Pesan tersebut tampak selaras dengan semangat yang tercermin saat Mars Bireuen dikumandangkan. Lagu tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian acara, tetapi juga menjadi penguat identitas, pemersatu, sekaligus penumbuh rasa tanggung jawab generasi muda terhadap daerah asalnya.
Momen istimewa itu pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir. Mereka menilai bahwa pemutaran Mars Bireuen pada pelantikan IKMAB Jogja merupakan langkah positif untuk menanamkan kecintaan terhadap daerah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Bireuen di perantauan.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan kehidupan modern di kota besar, semangat untuk tetap mencintai dan membanggakan daerah asal menjadi nilai yang sangat penting. Melalui lantunan Mars Bireuen yang bergema di Kota Pelajar, para mahasiswa menunjukkan bahwa sejauh apa pun mereka merantau untuk menuntut ilmu, hati dan pengabdian mereka tetap tertuju untuk kemajuan Kabupaten Bireuen.
Mars Bireuen yang dinyanyikan bersama pada hari itu bukan sekadar lagu daerah, melainkan simbol persatuan, kebanggaan, dan tekad generasi muda untuk suatu saat kembali mengabdi serta membangun tanah kelahiran yang mereka cintai, Kota Juang Kabupaten Bireuen.
