Detikacehnews.id | Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., mendampingi Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menyerahkan secara simbolis 1.000 paket bantuan sembako kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Bireuen. Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Desa Kantor Camat Peusangan, Rabu (22/7/2026) siang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja perdana Kapolda Aceh ke Kabupaten Bireuen sejak resmi menjabat. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, di antaranya beras dan bahan pangan lainnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih berada dalam tahap pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah Bireuen pada November 2025.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., jajaran Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Bireuen beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Dalam sambutannya, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Aceh beserta jajaran atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Bireuen melalui penyaluran bantuan sosial tersebut.
Menurutnya, kehadiran Kapolda Aceh di tengah masyarakat terdampak bencana tidak hanya membawa bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga yang masih berupaya bangkit dari dampak musibah yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian, kepedulian, serta bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat korban bencana pada hari ini," ujar Bupati Mukhlis.
Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Forkopimda, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, serta berbagai elemen masyarakat terus bersinergi melakukan langkah-langkah penanganan dan percepatan pemulihan pascabencana.
Ia mengatakan, saat ini Kabupaten Bireuen telah memasuki tahap pemulihan, dengan berbagai program yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir, hingga pemulihan aktivitas sosial dan perekonomian warga.
"Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, perbaikan infrastruktur yang terdampak, hingga pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kami optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, masyarakat Bireuen dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas secara normal," kata Mukhlis.
Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bireuen yang terdampak bencana alam pada November 2025.
Menurutnya, bencana tersebut menjadi ujian yang berat bagi masyarakat karena tidak hanya menyebabkan kerugian material dan hilangnya harta benda, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan beban psikologis bagi para korban.
"Saya yakin dengan kesabaran, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Aceh, kita akan mampu bangkit dan melewati masa-masa sulit ini," ujar Kapolda.
Kapolda menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut Polda Aceh menyalurkan sebanyak 1.000 paket sembako kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap korban bencana.
Ia menegaskan, bantuan yang diberikan memang tidak dapat sepenuhnya menggantikan kerugian yang dialami masyarakat. Namun demikian, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
"Bantuan ini mungkin tidak dapat sepenuhnya menggantikan kerugian yang dialami masyarakat. Namun, ini merupakan wujud kepedulian dan kasih sayang negara melalui Polri Peduli Berbagi untuk membantu meringankan beban masyarakat korban bencana," ungkapnya.
Penyerahan bantuan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Program bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong serta menjadi motivasi bagi masyarakat Bireuen untuk terus bangkit dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Polda Aceh, TNI, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan bencana serta memastikan masyarakat memperoleh perhatian dan pendampingan hingga proses pemulihan dapat berjalan secara optimal.
