Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kedua Kalinya, PABI Aceh dan FK Umuslim Gelar Pengobatan Gratis di Pantee Lhong

Senin, 19 Januari 2026 | 11:33 WIB Last Updated 2026-08-31T04:33:56Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Provinsi Aceh bersama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Almuslim (Umuslim), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dan IDI Cabang Bireuen kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak banjir hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.

Kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengobatan kesehatan gratis yang dipusatkan di Meunasah Gampong Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (19/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung Wakil Ketua PABI Provinsi Aceh, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim sekaligus Ketua IDI Cabang Bireuen.

Pelayanan kesehatan tersebut merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen. Kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap pemeriksaan dan pelayanan medis.

Kehadiran tim medis di Gampong Pantee Lhong bukanlah yang pertama. Kegiatan tersebut merupakan kali kedua tim kemanusiaan hadir di lokasi yang sama untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat terdampak banjir.

Kehadiran kembali tenaga medis tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti ketika air banjir mulai surut. Pemulihan kesehatan masyarakat membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan, terutama bagi warga yang masih berada dalam kondisi lingkungan dan sosial ekonomi yang belum sepenuhnya kembali normal.

Sejak pagi hari, Meunasah Gampong Pantee Lhong telah dipadati masyarakat yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia, terlihat silih berganti mendatangi lokasi pelayanan.

Antusiasme masyarakat tersebut sekaligus menggambarkan tingginya kebutuhan terhadap layanan kesehatan pascabanjir. Berbagai keluhan kesehatan disampaikan masyarakat kepada tim medis untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Bagi warga, kehadiran tenaga medis secara langsung di tengah permukiman terdampak menjadi kemudahan tersendiri. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperoleh pemeriksaan maupun obat-obatan, sehingga pelayanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga yang membutuhkan.

Di tengah tingginya jumlah masyarakat yang datang, dr. Zumirda turun langsung ke lapangan untuk memimpin koordinasi pelayanan. Ia memastikan seluruh tahapan pelayanan dapat berjalan secara tertib, profesional dan optimal.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan sesuai alur yang telah ditetapkan. Mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan, konsultasi dengan dokter, pemberian diagnosis hingga penyerahan obat dilakukan secara terstruktur.

Pelayanan kesehatan ini kami upayakan dilakukan secara komprehensif, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga memperoleh penanganan dan obat sesuai dengan kebutuhan medisnya,” demikian penjelasan dr. Zumirda dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana membutuhkan kesiapan tenaga medis sekaligus dukungan obat-obatan yang memadai. Hal tersebut penting mengingat kondisi pascabanjir dapat memunculkan berbagai gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan secara tepat.

Tim yang diturunkan dalam kegiatan tersebut terdiri atas dokter umum, dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tenaga medis tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh pelayanan berdasarkan keluhan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, alur pelayanan kesehatan dirancang menyerupai sistem pelayanan di rumah sakit.

Proses pelayanan diawali dengan pendaftaran pasien yang dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim. Setelah proses administrasi selesai, pasien diarahkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Selanjutnya, pasien mendapatkan konsultasi medis sesuai dengan keluhan yang dirasakan. Dokter melakukan pemeriksaan dan menentukan diagnosis berdasarkan kondisi pasien.

Setelah memperoleh diagnosis dan resep, pasien kemudian diarahkan ke bagian farmasi untuk mendapatkan obat-obatan yang telah disiapkan sesuai resep dokter.

Seluruh rangkaian pelayanan tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

Keterlibatan mahasiswa FK Umuslim dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran langsung di lapangan. Selain membantu proses pendaftaran dan pelayanan, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana tenaga kesehatan memberikan respons terhadap kondisi masyarakat dalam situasi pascabencana.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan institusi pendidikan kedokteran dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat, dengan tetap mengedepankan aspek profesionalitas pelayanan kesehatan.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan kemanusiaan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak banjir.

Bantuan merupakan hasil kolaborasi PABI Aceh, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim, IDI Wilayah Aceh, IDI Cabang Bireuen dan Taman Iskandar Muda.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, pakaian dalam untuk perempuan dan laki-laki serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi masyarakat terdampak.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan kemanusiaan karena dampak bencana tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga menyentuh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Pasca banjir, sebagian warga masih harus memenuhi kebutuhan dasar dalam kondisi yang terbatas. Karena itu, bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat selama menjalani masa pemulihan.

Bantuan disalurkan secara langsung kepada warga dengan harapan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Wujud Komitmen Berkelanjutan

Kegiatan pengobatan gratis di Gampong Pantee Lhong juga menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara organisasi profesi, institusi pendidikan dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Kehadiran tim medis untuk kedua kalinya di lokasi yang sama memperlihatkan adanya komitmen untuk tidak sekadar memberikan pelayanan sesaat. Pemantauan dan pendampingan terhadap masyarakat tetap diperlukan hingga kondisi kesehatan dan lingkungan warga berangsur pulih.

Dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar bantuan darurat. Pelayanan kesehatan yang berkelanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai keluhan kesehatan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana. Organisasi profesi memberikan dukungan tenaga dan keahlian, institusi pendidikan mengerahkan sumber daya akademik serta mahasiswa, sementara berbagai unsur lainnya turut mendukung melalui bantuan sosial.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Gampong Pantee Lhong. Warga tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelayanan dan memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

Sejumlah warga juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tim medis dan relawan kemanusiaan. Selain memperoleh pemeriksaan kesehatan dan obat secara cuma-cuma, masyarakat juga mendapatkan bantuan kebutuhan dasar yang dinilai sangat berarti dalam kondisi pemulihan pascabanjir.

Melalui kegiatan tersebut, PABI Aceh bersama FK Universitas Almuslim, IDI Wilayah Aceh, IDI Cabang Bireuen dan para mitra menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan sinergi dan kepedulian dari berbagai pihak.

Pelayanan kesehatan gratis dan penyaluran bantuan sosial di Gampong Pantee Lhong diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga setelah bencana.