Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SMA Negeri 1 Kuala Perkuat Sinergi dengan Orang Tua, Evaluasi Bimbingan Belajar Persiapan TKA Kelas XII

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:34 WIB Last Updated 2026-08-29T05:34:45Z


 

Detikacehnews.id | Bireuen – SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, menggelar kegiatan sosialisasi dan koordinasi bersama orang tua/wali peserta didik kelas XII sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Kegiatan yang mengusung agenda Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan Belajar Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tersebut berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Aula SMA Negeri 1 Kuala.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., serta dihadiri oleh wakil kepala sekolah, para guru, dan orang tua/wali peserta didik kelas XII yang akan mengikuti TKA.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan koordinasi antara pihak sekolah dengan orang tua/wali, khususnya dalam memastikan kesiapan peserta didik menghadapi salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan di jenjang SMA.

Dalam kegiatan itu, pihak sekolah menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan belajar yang telah diberikan kepada peserta didik sebagai bentuk persiapan menghadapi TKA.

Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana program bimbingan belajar yang telah dilaksanakan mampu membantu peserta didik dalam meningkatkan kesiapan akademik. Selain itu, evaluasi juga menjadi bahan bagi sekolah untuk melakukan penyempurnaan terhadap pola pendampingan dan pembelajaran menjelang pelaksanaan TKA.

Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung proses persiapan peserta didik.

Menurutnya, keberhasilan peserta didik dalam menghadapi TKA tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan pendampingan dari keluarga.

Sinergi antara sekolah dan orang tua dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Dengan komunikasi yang baik, perkembangan dan kendala yang dihadapi peserta didik dapat diketahui lebih cepat sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.

Melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi tersebut, pihak sekolah juga berupaya memberikan pemahaman kepada orang tua/wali mengenai pentingnya persiapan yang dilakukan sejak dini. Peserta didik diharapkan tidak hanya mempersiapkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun kedisiplinan, konsistensi belajar, serta kesiapan mental dalam menghadapi pelaksanaan TKA.

Program bimbingan belajar yang dilaksanakan sekolah menjadi salah satu upaya untuk memberikan pendampingan secara terarah kepada peserta didik kelas XII. Evaluasi terhadap program tersebut diperlukan agar kegiatan yang telah berjalan dapat terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Kehadiran orang tua/wali dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap program sekolah. Melalui pertemuan secara langsung, orang tua memperoleh ruang untuk mengetahui perkembangan persiapan anak sekaligus menyampaikan berbagai masukan terkait proses bimbingan belajar.

Komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua diharapkan dapat menciptakan kesamaan pemahaman dalam mendampingi peserta didik. Dengan demikian, pendampingan tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dilanjutkan di rumah secara berkesinambungan.

Pihak sekolah menyadari bahwa peserta didik kelas XII berada pada fase penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Selain menghadapi berbagai tuntutan akademik, mereka juga mulai mempersiapkan langkah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Karena itu, persiapan menghadapi TKA perlu dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan. Sekolah terus mendorong peserta didik untuk memanfaatkan program bimbingan yang tersedia serta meningkatkan kemandirian dalam belajar.

Dalam kesempatan tersebut, orang tua/wali juga diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada anak masing-masing agar tetap memiliki semangat belajar. Pendampingan keluarga dapat dilakukan melalui pengaturan waktu belajar, menciptakan suasana rumah yang mendukung kegiatan akademik, serta memberikan perhatian terhadap kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Evaluasi bimbingan belajar juga menjadi momentum bagi sekolah untuk mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan. Masukan dari guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki pelaksanaan program sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi peserta didik.

Dengan adanya koordinasi tersebut, SMA Negeri 1 Kuala menargetkan seluruh peserta didik kelas XII yang akan mengikuti TKA dapat memperoleh persiapan yang maksimal. Sekolah bersama orang tua berkomitmen memberikan dukungan secara bersama-sama agar peserta didik dapat mengikuti TKA dengan baik, tertib, dan optimal.

Kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini sekaligus menunjukkan komitmen SMA Negeri 1 Kuala dalam memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Kolaborasi antara sekolah, guru, peserta didik, dan keluarga diharapkan terus terjaga hingga seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan TKA selesai.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Kuala mampu menghadapi TKA dengan persiapan akademik yang baik, rasa percaya diri, serta kesiapan mental yang memadai.

Sekolah juga mengajak seluruh orang tua/wali untuk terus memberikan dukungan dan perhatian kepada peserta didik selama masa persiapan. Dengan dukungan bersama, proses pembelajaran dan persiapan TKA diharapkan dapat berlangsung secara lebih efektif serta memberikan hasil yang optimal bagi peserta didik dan sekolah.