Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wakil Ketua PABI Aceh Pimpin Layanan Kesehatan Gratis di Gampong Kapa

Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:16 WIB Last Updated 2026-08-31T10:16:48Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Provinsi Aceh, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS, memimpin pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak banjir di Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari respons Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana Gabungan Kabupaten Bireuen terhadap kondisi masyarakat yang terdampak banjir. Pelayanan kesehatan ini menjadi hari kedua pelaksanaan kegiatan serupa setelah sebelumnya digelar di Gampong Raya Dagang.

Sejak pagi, ratusan warga terlihat mendatangi kompleks meunasah Gampong Kapa untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Kompleks meunasah tersebut tidak hanya menjadi lokasi pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi salah satu tempat pengungsian masyarakat pascabanjir.

Tingginya jumlah warga yang datang untuk berobat membuat tim Satgas Bencana menambah jumlah tenaga medis yang bertugas. Penambahan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat ditangani dengan baik tanpa mengurangi kualitas pemeriksaan.




Pada pelaksanaan hari kedua ini, pelayanan kesehatan diperkuat dengan kehadiran dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) dan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK), selain dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim.

Tidak hanya dokter umum, sejumlah dokter spesialis juga dilibatkan dalam pelayanan tersebut. Secara keseluruhan, lebih dari 20 dokter dari berbagai disiplin ilmu dikerahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain tenaga dokter, tim juga diperkuat oleh apoteker, bidan dan perawat. Penambahan personel tersebut dilakukan untuk mendukung seluruh rangkaian pelayanan, mulai dari proses pendataan pasien, pemeriksaan, konsultasi, hingga pemberian obat.

Dr. Zumirda yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen, terjun langsung ke lapangan untuk mengoordinasikan seluruh tim medis.

Sebelum menuju lokasi pelayanan, tim Satgas Bencana terlebih dahulu melakukan konsolidasi di posko bersama RSU Peusangan Raya. Konsolidasi dilakukan untuk memastikan kesiapan tenaga medis, obat-obatan, peralatan kesehatan serta pembagian tugas masing-masing personel.

Dalam arahannya, dr. Zumirda meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Namun demikian, ia menekankan agar kecepatan pelayanan tetap diimbangi dengan ketelitian, profesionalisme dan empati terhadap warga yang datang berobat.

“Jumlah warga yang datang berobat meningkat signifikan. Karena itu, kami memperkuat tim dengan tambahan dokter, termasuk dokter spesialis, agar pelayanan tetap berjalan maksimal dan masyarakat bisa tertangani dengan baik,” ujar dr. Zumirda.

Pelayanan kesehatan dipusatkan di sejumlah tenda yang didirikan di sekitar meunasah Gampong Kapa. Warga yang datang terlebih dahulu menjalani proses pendataan dan mengambil nomor antrean sebelum diarahkan ke ruang pemeriksaan.

Selanjutnya, pasien mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi medis sesuai dengan keluhan yang dialami. Bagi pasien yang membutuhkan penanganan atau konsultasi lebih lanjut, tersedia dokter spesialis dari berbagai bidang yang tergabung dalam tim pelayanan.

Setelah mendapatkan pemeriksaan, pasien memperoleh obat-obatan yang telah disiapkan oleh tim farmasi berdasarkan resep dokter. Seluruh pelayanan pemeriksaan dan obat-obatan diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak bencana.

Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean sejak pagi. Warga dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, dewasa hingga lanjut usia, memanfaatkan layanan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

Kondisi pascabanjir membuat masyarakat menghadapi berbagai persoalan kesehatan. Selain kemungkinan munculnya penyakit akibat lingkungan yang masih terdampak banjir, keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan juga menjadi tantangan tersendiri bagi warga di sejumlah wilayah.

Karena itu, pelayanan kesehatan yang dilaksanakan langsung di lokasi terdampak dinilai membantu masyarakat mendapatkan pemeriksaan tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan.

Selain memberikan pemeriksaan dan pengobatan, para dokter juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya menjaga kesehatan setelah bencana. Warga diingatkan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memperhatikan kondisi air dan makanan yang dikonsumsi, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.

Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan karena masa pascabanjir memiliki berbagai risiko kesehatan yang perlu diantisipasi. Masyarakat diharapkan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat selama proses pemulihan lingkungan berlangsung.

Pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis di Gampong Kapa juga menjadi bentuk kolaborasi berbagai unsur dalam penanganan dampak bencana di Kabupaten Bireuen.

Tim Satgas Bencana Gabungan Kabupaten Bireuen melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim, IDI Cabang Bireuen, Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Dikti Saintek Berdampak, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bireuen serta berbagai unsur relawan lainnya.

Kolaborasi lintas institusi tersebut memungkinkan pengerahan tenaga medis dan sumber daya kesehatan dilakukan secara lebih optimal, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Penambahan tenaga medis pada hari kedua juga menunjukkan kemampuan tim dalam menyesuaikan pelayanan dengan kondisi di lapangan. Ketika jumlah pasien meningkat, kapasitas pelayanan diperkuat agar masyarakat tetap mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara maksimal.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi upaya memberikan pelayanan medis, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.

Dengan keterlibatan lebih dari 20 dokter, termasuk dokter spesialis, serta dukungan tenaga apoteker, bidan, perawat dan relawan, pelayanan kesehatan gratis di Gampong Kapa diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak banjir.

Tim Satgas Bencana Gabungan Kabupaten Bireuen juga memastikan pelayanan kesehatan akan terus dilanjutkan di sejumlah lokasi lain yang membutuhkan. Pengerahan tenaga medis akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

Melalui pelayanan tersebut, PABI Aceh bersama seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Bencana menunjukkan komitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.