Detikacehnews.id | Bireuen — Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, menyerahkan penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) serta apresiasi kepada sejumlah unit kerja yang dinilai aktif dalam pembangunan Zona Integritas Tahun 2026.
Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung dalam rangkaian Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Senin (28/9/2026), di halaman Apel Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pemberian penghargaan kepada perangkat daerah dan unit pelayanan, tetapi juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel, berintegritas, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam arahannya, Bupati Mukhlis menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen pada tahun 2026 berhasil memperoleh predikat “B” dalam penilaian SAKIP. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan hasil penilaian pada tahun sebelumnya.
Menurut Bupati, peningkatan predikat tersebut patut diapresiasi sebagai hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen. Namun demikian, capaian itu tidak boleh berhenti sebagai angka atau predikat semata.
Ia menegaskan bahwa hasil penilaian SAKIP harus menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan pemerintahan, khususnya dalam memastikan setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Capaian ini harus menjadi dorongan bagi kita semua untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan yang semakin baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mukhlis.
Penghargaan SAKIP sebagai Bentuk Apresiasi Kinerja
Sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan akuntabilitas kinerja, Pemerintah Kabupaten Bireuen memberikan penghargaan kepada perangkat daerah yang memperoleh hasil penilaian SAKIP terbaik.
Pada tingkat perangkat daerah, Inspektorat Kabupaten Bireuen ditetapkan sebagai Peringkat I. Posisi Peringkat II diraih Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, disusul Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebagai Peringkat III.
Selanjutnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan memperoleh Peringkat IV, sedangkan Dinas Pertanian dan Perkebunan menempati Peringkat V.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perangkat daerah yang telah menunjukkan kinerja dalam mendukung penerapan sistem akuntabilitas pemerintahan.
Melalui penghargaan tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan program, pengukuran kinerja, hingga pelaporan dan evaluasi. Dengan demikian, pelaksanaan program pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada pencapaian hasil dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Kecamatan Jeunib Raih Peringkat I
Penghargaan SAKIP juga diberikan pada tingkat kecamatan. Dalam kategori tersebut, Kecamatan Jeunib berhasil meraih Peringkat I.
Peringkat II diraih Kecamatan Simpang Mamplam, sedangkan Kecamatan Pandrah menempati Peringkat III.
Pemberian penghargaan kepada kecamatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan prinsip akuntabilitas tidak hanya menjadi tanggung jawab perangkat daerah di tingkat kabupaten, tetapi juga perlu diperkuat hingga tingkat kewilayahan.
Kecamatan sebagai bagian dari perangkat pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat memiliki posisi penting dalam memastikan berbagai kebijakan dan pelayanan pemerintah dapat berjalan secara efektif.
Karena itu, capaian kinerja di tingkat kecamatan diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, terutama dalam aspek pelayanan, administrasi pemerintahan, koordinasi pembangunan, serta respons terhadap kebutuhan masyarakat.
Empat Unit Kerja Dapat Apresiasi Zona Integritas
Selain menyerahkan penghargaan SAKIP, Bupati Bireuen juga memberikan apresiasi kepada unit kerja yang dinilai aktif berpartisipasi dalam pembangunan Zona Integritas Tahun 2026.
Apresiasi tersebut diberikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), UPTD Puskesmas Kota Juang, serta UPTD Puskesmas Kuala.
Keempat unit kerja tersebut merupakan bagian dari organisasi pemerintahan yang memiliki intensitas pelayanan langsung kepada masyarakat.
Pembangunan Zona Integritas menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja pemerintahan yang berintegritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Bupati Mukhlis menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan semata-mata berkaitan dengan pemenuhan dokumen atau pencapaian status tertentu. Lebih dari itu, pembangunan Zona Integritas harus menjadi proses yang mendorong perubahan pola kerja, peningkatan disiplin, penguatan integritas, serta perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, komitmen tersebut perlu dibangun secara bersama-sama oleh seluruh perangkat daerah, terutama unit kerja yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Integritas Harus Menjadi Budaya*
Dalam arahannya, Bupati Mukhlis mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen agar menjadikan capaian yang telah diraih sebagai dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Predikat SAKIP maupun penghargaan lainnya, kata dia, tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir. Setiap capaian harus diikuti dengan upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja.
Ia juga mengajak seluruh aparatur untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Predikat boleh menjadi target, tetapi integritas harus menjadi budaya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pemerintahan tidak cukup hanya diukur melalui penghargaan. Integritas harus tercermin dalam perilaku aparatur, proses kerja, pengambilan keputusan, pengelolaan anggaran, hingga pelayanan yang diterima masyarakat.
Dengan demikian, penghargaan yang diberikan dalam Apel Gabungan tersebut diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk terus memperbaiki kualitas kinerja.
Dorong Pelayanan Publik yang Efektif dan Produktif
Bupati juga mengingatkan seluruh jajaran agar terus mengedepankan pelayanan yang efektif, efisien, dan produktif.
Pelayanan publik yang berkualitas membutuhkan aparatur yang mampu bekerja secara profesional, responsif, serta memahami kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap unit kerja dituntut untuk melakukan evaluasi terhadap proses kerja yang selama ini berjalan dan mencari ruang perbaikan yang dapat dilakukan.
Upaya tersebut juga perlu didukung dengan koordinasi antarlembaga serta komitmen pimpinan dan seluruh aparatur dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan.
Bagi unit pelayanan publik, peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Zona Integritas. Masyarakat sebagai penerima layanan harus mendapatkan pelayanan yang jelas, mudah, cepat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara dari sisi akuntabilitas, setiap program pemerintah perlu memiliki tujuan dan indikator yang jelas sehingga pelaksanaannya dapat diukur serta dievaluasi.
Melalui penguatan SAKIP dan pembangunan Zona Integritas secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bireuen diharapkan mampu membangun tata kelola pemerintahan yang semakin terarah dan berorientasi pada hasil.
Menjadi Evaluasi untuk Seluruh Perangkat Daerah
Pemberian penghargaan dalam rangkaian Apel Gabungan juga dapat menjadi momentum evaluasi bagi seluruh perangkat daerah yang belum memperoleh peringkat maupun apresiasi.
Capaian perangkat daerah yang memperoleh penghargaan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja masing-masing unit kerja. Pada saat yang sama, seluruh perangkat daerah perlu melihat hasil penilaian sebagai bagian dari proses evaluasi bersama.
Bupati Mukhlis mengajak seluruh jajaran untuk mempertahankan capaian yang telah diperoleh, memperbaiki berbagai kekurangan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi penting karena kualitas pemerintahan pada akhirnya tidak hanya dilihat dari capaian administratif, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam menerjemahkan program menjadi hasil yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, peningkatan predikat SAKIP Pemerintah Kabupaten Bireuen menjadi momentum untuk memperkuat budaya kinerja di lingkungan pemerintahan. Sementara pembangunan Zona Integritas menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan pelayanan publik.
Melalui sinergi seluruh perangkat daerah, kecamatan, serta unit-unit pelayanan, Pemerintah Kabupaten Bireuen terus diarahkan untuk membangun pemerintahan yang akuntabel, transparan, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penyerahan penghargaan tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh aparatur bahwa setiap capaian harus dipertahankan melalui kerja nyata dan perbaikan berkelanjutan.
Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen menjadikan peningkatan kinerja, penguatan integritas, dan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari budaya kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan.
