Detikacehnews.id | Banda Aceh – Dedikasi Dr. Diana, S.Pd., MA dalam menjalankan tugas sebagai akademisi mendapat apresiasi melalui ajang AICISSS PTKIS Award 2026. Dosen Universitas Islam Aceh (UIA) tersebut menerima penghargaan sebagai Dosen Inspiratif atas kiprahnya dalam bidang pendidikan dan kontribusinya di lingkungan akademik.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Dr. Diana sebagai seorang dosen. Bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprahnya, penghargaan itu juga dimaknainya sebagai amanah untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berkarya, serta memberikan kontribusi yang lebih luas melalui dunia pendidikan.
Dr. Diana membenarkan dirinya menerima penghargaan tersebut saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 30 September 2026.
“Alhamdulillah iya benar, saya mendapatkan penghargaan sebagai Dosen Inspiratif dalam ajang AICISSS PTKIS Award 2026,” ujar Dr. Diana.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian kegiatan AICISSS PTKIS Award 2026 di Jakarta. Dalam sertifikat penghargaan yang diterimanya, Dr. Diana, S.Pd., MA tercatat sebagai penerima penghargaan Dosen Inspiratif dari Universitas Islam Aceh.
Ajang tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akademik yang mempertemukan sekaligus memberikan apresiasi terhadap insan akademik di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Kegiatan AICISSS 2026 atau Aceh International Conference on Islamic Studies & Social Sciences juga terhubung dengan rangkaian persiapan menuju konferensi internasional AICIS+ 2026 (Annual International Conference on Islam, Science, and Society).
![]() |
| Foto: Dosen Universitas Islam Aceh (UIA), Dr. Diana, S.Pd., MA usai menerima penghargaan sebagai Dosen Inspiratif dalam ajang AICISSS PTKIS Award 2026. |
Bukan Sekadar Penghargaan
Bagi Dr. Diana, predikat Dosen Inspiratif bukan sekadar penghargaan atas apa yang telah dilakukan selama menjalankan profesi akademik. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi pengingat bahwa profesi dosen memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan mahasiswa, institusi, dan masyarakat.
Menurutnya, menjadi seorang dosen tidak cukup hanya dengan menguasai materi perkuliahan dan menyampaikannya kepada mahasiswa. Dosen juga memiliki peran dalam membangun karakter, menumbuhkan motivasi belajar, membuka wawasan, serta mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Penghargaan ini menjadi kebahagiaan sekaligus tanggung jawab. Menjadi dosen bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga bagaimana memberikan inspirasi, membangun semangat belajar, dan menjadi bagian dari proses membentuk generasi yang lebih baik,” katanya.
Ia menilai, mahasiswa membutuhkan sosok pendidik yang tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan teladan dalam proses belajar, berpikir, bekerja, dan menghadapi berbagai tantangan.
Karena itu, menurutnya, seorang dosen harus mampu menciptakan suasana akademik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta memiliki keberanian untuk mengembangkan gagasan.
Dalam konteks tersebut, penghargaan sebagai Dosen Inspiratif menjadi dorongan bagi Dr. Diana untuk terus mempertahankan semangat dalam menjalankan tugas akademiknya.
Dosen Dituntut Terus Belajar
Dr. Diana memandang dunia pendidikan sebagai bidang yang terus mengalami perkembangan. Perubahan teknologi, kebutuhan masyarakat, serta karakter generasi mahasiswa yang terus berkembang menuntut seorang dosen untuk senantiasa memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi.
Menurutnya, seorang pendidik tidak boleh berhenti belajar hanya karena telah berada pada posisi sebagai pengajar. Sebaliknya, profesi dosen menuntut adanya proses belajar yang berkelanjutan.
Seorang dosen harus terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi akademik, serta memahami dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
“Menjadi dosen bagi saya adalah proses untuk terus belajar dan memberikan manfaat. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas diri, dan memberikan yang terbaik bagi mahasiswa,” ujarnya.
Semangat untuk terus belajar tersebut, kata dia, penting agar proses pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Dosen juga perlu mampu mengembangkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa menjadi individu yang mampu berpikir kritis, memiliki karakter, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Menjadi Motivasi untuk Berkarya
Penghargaan yang diterimanya juga diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian personal. Dr. Diana justru ingin menjadikan penghargaan tersebut sebagai energi baru untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi di bidang pendidikan.
Baginya, sebuah penghargaan akan memiliki nilai yang lebih besar apabila mampu menjadi motivasi untuk menghasilkan karya dan manfaat yang lebih luas.
Kontribusi seorang dosen, menurutnya, dapat diwujudkan melalui berbagai ruang. Mulai dari proses pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pengembangan kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan yang mendukung kemajuan pendidikan.
Ia juga menyadari bahwa perjalanan seorang akademisi tidak dapat dilepaskan dari dukungan banyak pihak.
Karena itu, capaian tersebut turut dipersembahkan kepada keluarga, kolega, mahasiswa, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan dalam perjalanan akademiknya.
“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat. Karena pada akhirnya, yang paling penting dari seorang pendidik adalah bagaimana ilmu dan pengabdiannya dapat memberi dampak bagi orang lain,” tuturnya.
Membawa Nama Universitas Islam Aceh
Penghargaan yang diraih Dr. Diana sekaligus menjadi bagian dari capaian Universitas Islam Aceh dalam ajang AICISSS PTKIS Award 2026.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, capaian dosen menjadi salah satu bagian penting dalam membangun reputasi dan budaya akademik perguruan tinggi.
Keberadaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan komitmen terhadap pendidikan menjadi salah satu unsur strategis dalam pengembangan institusi.
Dalam hal ini, dosen tidak hanya memiliki tugas utama dalam proses pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari wajah perguruan tinggi di tengah masyarakat.
Penghargaan yang diterima Dr. Diana menunjukkan bahwa kiprah individu dalam lingkungan akademik dapat memberikan kontribusi positif terhadap institusi tempatnya mengabdi.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lingkungan akademik Universitas Islam Aceh untuk terus mendorong dosen dan tenaga akademik mengembangkan kapasitas, menghasilkan karya, serta mengambil peran dalam berbagai kegiatan akademik dan sosial.
Budaya akademik yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Memaknai Predikat Dosen Inspiratif
Predikat Dosen Inspiratif yang diterimanya juga membuat Dr. Diana semakin menyadari bahwa menjadi pendidik bukanlah sebuah profesi yang berhenti pada aktivitas mengajar.
Ada tanggung jawab moral untuk memberikan keteladanan sekaligus membangun hubungan akademik yang mampu mendorong mahasiswa berkembang sesuai dengan potensi mereka.
Menurutnya, keberhasilan seorang dosen tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan seorang dosen mampu memberikan pengaruh positif terhadap mahasiswa.
Ilmu yang disampaikan, pengalaman yang dibagikan, serta motivasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam membangun masa depan.
Ia juga memandang bahwa proses belajar dalam dunia akademik berlangsung dua arah. Mahasiswa belajar dari dosen, sementara dosen juga terus belajar dari mahasiswa, perkembangan ilmu pengetahuan, lingkungan akademik, serta dinamika masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bagi saya bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan. Semoga ke depan saya dapat terus memberikan manfaat melalui pendidikan, terus belajar, dan terus berkontribusi bagi mahasiswa, institusi, dan masyarakat,” ungkapnya.
Konsistensi Menjadi Bagian Penting
Menurut Dr. Diana, penghargaan yang diterima merupakan bagian dari sebuah perjalanan yang membutuhkan konsistensi. Seorang dosen harus mampu mempertahankan semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan profesinya.
Dunia pendidikan, kata dia, membutuhkan pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap perkembangan peserta didik.
Mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pendidikan tinggi. Karena itu, dosen perlu hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan motivator yang membantu mahasiswa menemukan dan mengembangkan potensi mereka.
Dalam lingkungan perguruan tinggi, proses tersebut dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang berkualitas, komunikasi akademik yang terbuka, serta pemberian ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir.
Semangat tersebut pula yang ingin terus dijaga Dr. Diana dalam menjalankan profesinya.
Ia berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi pengingat untuk tetap konsisten menjalankan tugas sebagai seorang pendidik sekaligus menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi yang lebih luas.
Terus Memberikan Dampak
Penghargaan Dosen Inspiratif AICISSS PTKIS Award 2026 menjadi salah satu catatan positif dalam perjalanan Dr. Diana, S.Pd., MA sebagai akademisi Universitas Islam Aceh.
Namun, bagi dirinya, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir. Capaian itu justru menjadi titik untuk melanjutkan perjalanan dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Ia ingin menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kontribusi akademik, serta memberikan pendampingan dan inspirasi kepada mahasiswa.
Baginya, keberhasilan seorang pendidik pada akhirnya tidak hanya dilihat dari banyaknya penghargaan yang diperoleh, tetapi dari seberapa jauh ilmu dan pengabdian yang diberikan mampu memberikan manfaat.
Mahasiswa yang berkembang, gagasan yang lahir, semangat belajar yang tumbuh, serta kontribusi yang diberikan kepada masyarakat merupakan bagian dari dampak pendidikan yang jauh lebih panjang.
“Menjadi dosen adalah proses untuk terus belajar. Saya berharap apa yang saya lakukan dapat memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa, institusi maupun masyarakat,” katanya.
Dengan diraihnya penghargaan tersebut, Dr. Diana menambah catatan prestasi dalam kiprahnya sebagai akademisi Universitas Islam Aceh.
Capaian itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmennya dalam menjalankan tugas pendidikan, mengembangkan kapasitas akademik, serta terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan perguruan tinggi.
Pada akhirnya, predikat Dosen Inspiratif tidak hanya berbicara mengenai sebuah penghargaan, tetapi juga tentang keteladanan, konsistensi, dan kebermanfaatan seorang pendidik.
Sebab, seorang dosen tidak hanya meninggalkan pengetahuan melalui materi yang disampaikan di ruang kelas, tetapi juga dapat meninggalkan inspirasi melalui sikap, dedikasi, dan nilai-nilai yang ditanamkan kepada mahasiswa.
Di situlah makna penghargaan tersebut bagi Dr. Diana menjadi apresiasi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus amanah untuk terus belajar, berkarya, dan menghadirkan manfaat melalui dunia pendidikan.

