Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wakil Rektor I UIA, Dr. Dhiauddin Raih Best Teaching Innovation Award AICISSS PTKIS Award 2026

Rabu, 30 September 2026 | 12:02 WIB Last Updated 2026-09-30T05:02:58Z



Detikacehnews.id | Banda Aceh – Komitmen dalam mendorong inovasi pembelajaran dan penguatan mutu akademik mengantarkan Dr. Dhiauddin, S.Pd.I., M.Pd., Wakil Rektor I Universitas Islam Aceh (UIA), meraih penghargaan Best Teaching Innovation Award pada ajang AICISSS PTKIS Award 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi Dhiauddin dalam mengembangkan proses pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Raihan ini sekaligus menjadi pengakuan terhadap upaya menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab perkembangan pendidikan serta kebutuhan mahasiswa.

Dhiauddin membenarkan dirinya menerima penghargaan tersebut saat dikonfirmasi awak media pada Rabu, 30 September 2026.

Menurutnya, penghargaan yang diterima bukan semata-mata sebuah pencapaian pribadi, tetapi menjadi bagian dari dorongan untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan mengembangkan inovasi pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu akademik. Institusi yang baik harus didukung oleh dosen yang berkualitas, pembelajaran yang inovatif, serta sistem akademik yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman,” ujar Dhiauddin.

Inovasi Pembelajaran Tidak Sekadar Teknologi

Dhiauddin menjelaskan, inovasi dalam pembelajaran tidak selalu identik dengan penggunaan teknologi. Lebih dari itu, inovasi juga berkaitan dengan kemampuan dosen dalam membaca kebutuhan mahasiswa serta menentukan pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat.

Menurutnya, perubahan karakter mahasiswa dan perkembangan dunia pendidikan menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan penyesuaian. Proses pembelajaran tidak dapat berjalan dengan pola yang sama secara terus-menerus tanpa mempertimbangkan perubahan lingkungan akademik.

“Pembelajaran harus terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Mahasiswa memiliki kebutuhan dan karakter belajar yang terus berkembang. Karena itu, pendekatan pembelajaran juga harus mampu mengikuti perubahan tersebut,” katanya.

Ia menilai, dosen memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendorong mahasiswa untuk lebih aktif. Pembelajaran yang inovatif diharapkan tidak hanya membuat proses perkuliahan menjadi lebih menarik, tetapi juga membantu mahasiswa memahami materi secara lebih baik dan mengembangkan kemampuan berpikir.

Dengan demikian, inovasi pembelajaran menurut Dhiauddin harus diarahkan pada penciptaan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi mahasiswa.

Dorong Penguatan Mutu Akademik Secara Berkelanjutan

Lebih lanjut, Dhiauddin menyampaikan bahwa peningkatan mutu akademik merupakan proses yang membutuhkan konsistensi dan dilakukan secara berkelanjutan.

Dosen, kata dia, perlu terus mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Di sisi lain, institusi juga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan dukungan melalui sistem, kebijakan, dan lingkungan akademik yang memungkinkan inovasi berkembang.

“Mutu akademik tidak bisa dibangun hanya dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen bersama, baik dari dosen maupun institusi, untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menciptakan ekosistem akademik yang mendorong seluruh unsur di dalamnya untuk terus belajar dan melakukan pembaruan.

Dalam konteks tersebut, inovasi pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Dosen tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan yang diajarkan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran agar sesuai dengan karakter dan kebutuhan mahasiswa.

Sebagai Wakil Rektor I Universitas Islam Aceh, Dhiauddin juga menilai penguatan mutu akademik harus dilakukan secara kolektif dengan melibatkan berbagai unsur perguruan tinggi.

Pengembangan kualitas pembelajaran, menurutnya, tidak dapat hanya dibebankan kepada dosen. Dukungan kebijakan akademik, pengelolaan program studi, fasilitas pembelajaran, serta budaya akademik yang sehat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan tinggi yang berkualitas.

Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

Dhiauddin menegaskan, penghargaan Best Teaching Innovation Award yang diterimanya pada AICISSS PTKIS Award 2026 bukanlah tujuan akhir dari upaya pengembangan pembelajaran.

Sebaliknya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran sekaligus mencari berbagai pendekatan baru yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa.

“Yang terpenting bukan hanya penghargaan yang kita terima, tetapi bagaimana penghargaan ini menjadi pemacu untuk terus berbuat lebih baik. Inovasi harus terus dikembangkan agar pembelajaran semakin relevan dan memberikan manfaat bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Ia mengatakan, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa inovasi dalam pendidikan merupakan proses yang tidak berhenti pada satu pencapaian.

Setiap perkembangan dalam dunia pendidikan, menurutnya, harus direspons melalui kemampuan untuk beradaptasi. Perguruan tinggi perlu terus membuka ruang bagi dosen untuk mengembangkan gagasan dan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Harapkan Semangat Inovasi Terus Berkembang

Dhiauddin berharap raihan penghargaan tersebut dapat memberikan semangat bagi sivitas akademika Universitas Islam Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat budaya inovasi di lingkungan kampus.

Ia berharap inovasi yang dikembangkan para dosen tidak hanya memberikan dampak terhadap proses perkuliahan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lulusan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tinggi pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari capaian akademik institusi, tetapi juga dari sejauh mana proses pendidikan mampu membentuk mahasiswa yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan berpikir, serta kesiapan menghadapi perubahan.

Karena itu, penguatan mutu pembelajaran perlu menjadi bagian dari agenda akademik yang dilakukan secara konsisten.

Raihan Best Teaching Innovation Award AICISSS PTKIS Award 2026 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kiprah Dr. Dhiauddin dalam mendorong inovasi pembelajaran dan penguatan mutu akademik di perguruan tinggi.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat komitmen menghadirkan proses pendidikan yang relevan, kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa di tengah perkembangan pendidikan tinggi yang terus berubah.