Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pembelajaran Fotosintesis di SDN 1 Pasar Aceh Singkil Diperkuat melalui Wordwall dan Pendekatan Deep Learning

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:32 WIB Last Updated 2026-10-09T00:14:10Z


 
Detikacehnews.id | Aceh Singkil – Pembelajaran sains di tingkat sekolah dasar terus didorong agar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Pembelajaran Sains Interaktif Berbasis Wordwall dengan Pendekatan Deep Learning untuk Menguatkan Pemahaman Konsep Fotosintesis pada Siswa Kelas IV UPTD SPF SDN 1 Pasar” yang dilaksanakan di UPTD SPF SDN 1 Pasar, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.

Kegiatan yang berlangsung pada 28 September hingga 8 Oktober 2026 tersebut melibatkan sebanyak 27 siswa kelas IV bersama guru sebagai mitra kegiatan. Program ini dilaksanakan oleh tim dari Program Pascasarjana Universitas Almuslim dengan Emiati sebagai ketua, serta Isma Nazlia, Khaira Amalia, dan Mista Eta Winda Safitri sebagai anggota.

Kegiatan PKM tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran dengan bimbingan dosen pengampu mata kuliah, Dr. Afkar, S.Pd., M.Pd. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengimplementasikan media pembelajaran interaktif berbasis Wordwall untuk membantu peserta didik memahami materi fotosintesis secara lebih menarik dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kesulitan siswa dalam memahami konsep fotosintesis secara utuh. Materi fotosintesis dinilai memiliki tingkat abstraksi tertentu bagi siswa sekolah dasar karena proses pembentukan makanan pada tumbuhan tidak dapat diamati secara langsung.

Dalam memahami fotosintesis, siswa tidak cukup hanya mengingat istilah, tetapi perlu memahami keterkaitan antara cahaya matahari, air, karbon dioksida, klorofil, serta hasil fotosintesis sebagai sebuah proses yang saling berhubungan.

Tim Program Pascasarjana Universitas Almuslim dengan Emiati sebagai ketua, serta Isma Nazlia, Khaira Amalia, dan Mista Eta Winda Safitri sebagai anggota foto bersama siswa Kelas IV UPTD SPF SDN 1 Pasar, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil usai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Pembelajaran Sains Interaktif Berbasis Wordwall dengan Pendekatan Deep Learning.


Karena itu, pembelajaran yang hanya mengandalkan penjelasan verbal dan hafalan berpotensi membuat siswa kesulitan membangun pemahaman konsep secara menyeluruh.

Melalui kegiatan PKM tersebut, tim memberikan pendampingan dengan memadukan media pembelajaran interaktif Wordwall dan pendekatan Deep Learning. Pendekatan ini diarahkan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).

Wordwall dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai aktivitas pembelajaran interaktif, seperti kuis, mencocokkan konsep, mengidentifikasi komponen fotosintesis, hingga menghubungkan materi dengan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Penggunaan media tersebut diharapkan dapat membantu mengubah pembelajaran konsep yang relatif abstrak menjadi pengalaman belajar yang lebih konkret dan menarik bagi siswa.

Pembelajaran Tidak Hanya Menghafal Konsep

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi fotosintesis. Siswa diarahkan untuk memahami, menerapkan, dan merefleksikan konsep yang dipelajari.

Tahapan kegiatan dimulai dengan persiapan dan koordinasi bersama pihak sekolah, observasi kondisi pembelajaran, serta identifikasi kebutuhan mitra. Tim kemudian menyiapkan materi fotosintesis dan aktivitas Wordwall yang disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas IV.

Selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada guru dan siswa mengenai tujuan kegiatan serta penggunaan Wordwall sebagai media pembelajaran dalam materi fotosintesis.

Pada tahap pembelajaran, siswa terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk membantu mereka memahami hubungan antarkomponen dalam proses fotosintesis. Materi disampaikan secara kontekstual sehingga siswa tidak hanya mengetahui definisi fotosintesis, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana proses tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan Deep Learning dalam kegiatan ini menempatkan siswa sebagai peserta aktif dalam proses pembelajaran. Siswa diberi ruang untuk memahami materi, menerapkan pengetahuan yang diperoleh, kemudian merefleksikan kembali pemahamannya.

Dengan demikian, pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada kemampuan mengingat informasi, tetapi berkembang menjadi pemahaman konsep yang lebih utuh.

Pemahaman Siswa Mengalami Peningkatan

Untuk mengetahui perkembangan pemahaman siswa, tim melakukan evaluasi melalui pretest dan posttest. Evaluasi tersebut melibatkan 27 siswa kelas IV dan tidak hanya melihat capaian secara keseluruhan, tetapi juga menganalisis pemahaman berdasarkan beberapa indikator.

Indikator yang digunakan meliputi kemampuan siswa menjelaskan pengertian dan proses fotosintesis, mengidentifikasi bahan-bahan yang diperlukan dalam fotosintesis, menjelaskan peran cahaya matahari, air, dan karbon dioksida, menjelaskan hasil proses fotosintesis, serta menghubungkan konsep fotosintesis dengan kehidupan sehari-hari.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator yang diukur.

Kemampuan siswa dalam menjelaskan pengertian dan proses fotosintesis meningkat dari 40,7 persen pada pretest menjadi 81,5 persen pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 40,8 poin persentase.

Sementara itu, kemampuan mengidentifikasi bahan yang diperlukan dalam fotosintesis meningkat dari 48,1 persen menjadi 85,2 persen, atau bertambah 37,1 poin persentase.

Pada indikator menjelaskan peran cahaya, air, dan karbon dioksida, capaian siswa meningkat dari 37 persen menjadi 81,5 persen. Peningkatannya mencapai 44,5 poin persentase.

Kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil proses fotosintesis juga mengalami peningkatan, dari 33,3 persen pada pretest menjadi 77,8 persen pada posttest atau meningkat 44,5 poin persentase.

Peningkatan paling tinggi terlihat pada kemampuan menghubungkan konsep fotosintesis dengan kehidupan sehari-hari. Capaian siswa pada indikator tersebut meningkat dari 29,6 persen menjadi 77,8 persen, dengan peningkatan sebesar 48,2 poin persentase.

Secara keseluruhan, rata-rata pemahaman konsep fotosintesis siswa meningkat dari 37,7 persen pada pretest menjadi 80,8 persen pada posttest, atau mengalami peningkatan sebesar 43,1 poin persentase.

Hasil tersebut menunjukkan adanya perkembangan pemahaman siswa setelah mengikuti rangkaian pendampingan pembelajaran.

Mendorong Pembelajaran Sains yang Lebih Interaktif

Selain peningkatan pada aspek pemahaman konsep, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sains.

Penggunaan Wordwall memberikan alternatif aktivitas pembelajaran yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan materi melalui berbagai bentuk permainan dan latihan. Sementara pendekatan Deep Learning memberikan kerangka pembelajaran agar aktivitas tersebut tetap diarahkan pada pemahaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Integrasi keduanya menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan pembelajaran sains di sekolah dasar yang tidak hanya menekankan penguasaan fakta dan istilah, tetapi juga kemampuan siswa memahami hubungan antara konsep dan fenomena yang mereka temui di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman kepada guru dalam memanfaatkan media digital sebagai salah satu alternatif pendukung pembelajaran.

Dalam program tersebut, guru dan siswa diperkenalkan pada pemanfaatan Wordwall untuk pembelajaran interaktif, khususnya pada materi fotosintesis. Pemanfaatan teknologi pembelajaran diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Jadi Alternatif Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar

Tim pelaksana menilai hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media digital interaktif yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran yang tepat dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pembelajaran sains di sekolah dasar.

Peningkatan rata-rata pemahaman dari 37,7 persen menjadi 80,8 persen menjadi salah satu gambaran bahwa siswa mengalami perkembangan setelah mengikuti proses pendampingan.

Penguatan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman proses fotosintesis, bahan-bahan yang diperlukan, peran cahaya matahari, air dan karbon dioksida, hasil fotosintesis, hingga kemampuan mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran fotosintesis tidak hanya diarahkan agar siswa mampu mengingat konsep, tetapi juga memahami bagaimana konsep tersebut bekerja dan memiliki keterkaitan dengan lingkungan serta kehidupan yang mereka jumpai.

Tim PKM berharap pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menjadi salah satu referensi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran sains yang lebih aktif, kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi pendidikan secara tepat dalam proses pembelajaran. Media digital seperti Wordwall dapat digunakan bukan sekadar sebagai sarana permainan, tetapi sebagai bagian dari strategi pembelajaran untuk membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam.

Dengan pendekatan yang memadukan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, pembelajaran sains diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih positif sekaligus membantu siswa membangun pemahaman konsep yang lebih kuat.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai pelaksanaan kegiatan, tahapan pendampingan, hasil evaluasi, serta luaran yang dicapai, laporan lengkap Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dapat diakses melalui tautan berikut:

[Download Laporan Lengkap PKM]