Detikacehnews.id | Bireuen – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen tidak hanya diwarnai berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah.
Salah satunya melalui pembukaan Stand UMKM Kecamatan dan Kuliner yang dipusatkan di kawasan Pendopo Bupati Bireuen, Sabtu malam (3/10/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, MT, melalui prosesi gunting pita. Pembukaan turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Ketua BKMT, Kapolres Bireuen, para Asisten, kepala SKPK, para camat dari 17 kecamatan, pelaku UMKM, pelaku usaha kuliner, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran stand tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan beragam produk unggulan yang dimiliki masyarakat dari berbagai kecamatan.
Sejak awal kegiatan, suasana di kawasan Pendopo telah berlangsung meriah. Acara diawali dengan penampilan Tari Saman yang dibawakan anak-anak MIN 12 Bireuen dari Sanggar Jeumpa Dipuloe.
Usai penampilan tersebut, prosesi gunting pita dilakukan sebagai tanda resmi dimulainya Stand UMKM Kecamatan dan Kuliner. Wakil Bupati Razuardi bersama rombongan kemudian berkeliling mengunjungi stand yang telah disiapkan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung berbagai produk yang ditampilkan oleh peserta sekaligus berinteraksi dengan para pelaku usaha yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
17 Kecamatan Tampilkan Produk Unggulan
Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Bireuen, Julfikar, S.P., M.P., selaku pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa stand UMKM yang berada di dalam kawasan Pendopo secara khusus menjadi ruang promosi bagi kecamatan.
Dari total 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen, masing-masing stand diisi oleh dua kecamatan yang secara bersama-sama menampilkan produk unggulan dari wilayahnya.
Konsep tersebut memungkinkan masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai produk dan potensi usaha yang berkembang di masing-masing kecamatan.
"Untuk pembagian stand, yang berada di dalam area Pendopo merupakan stand promosi 17 kecamatan. Satu stand diisi dua kecamatan yang menampilkan produk unggulan daerah masing-masing," jelas Julfikar.
Menurutnya, keberadaan stand tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap perayaan HUT Kabupaten Bireuen, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi produk-produk lokal agar semakin dikenal masyarakat.
Sementara itu, kawasan trotoar di depan Pendopo dimanfaatkan sebagai lokasi stand kuliner. Berbagai pelaku usaha diberikan ruang untuk menawarkan produk makanan dan minuman kepada masyarakat yang datang.
Dengan konsep tersebut, kawasan Pendopo selama rangkaian kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pemerintahan, tetapi juga menjadi salah satu ruang interaksi masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi.
Ditargetkan Beroperasi Setiap Hari
Julfikar mengatakan, stand UMKM dan kuliner tersebut ditargetkan dapat dibuka setiap hari, mulai pagi hingga malam.
Pengaturan waktu tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pada pagi hari, kawasan tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mencari sarapan. Sementara pada sore hingga malam hari, masyarakat dapat menikmati berbagai pilihan kuliner yang tersedia.
Dengan beroperasinya stand secara rutin, para pelaku usaha diharapkan memperoleh kesempatan untuk memasarkan produknya secara lebih luas dan membangun pelanggan secara berkelanjutan.
Untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, pihak penyelenggara juga melakukan pengaturan terhadap kawasan jalan di depan Pendopo.
Salah satu sisi jalan ditutup untuk memberikan ruang yang lebih leluasa bagi pejalan kaki maupun pengunjung yang ingin menikmati suasana stand UMKM dan kuliner.
Pihak penyelenggara juga mengharapkan masyarakat tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan karena dapat mengganggu akses lalu lintas sekaligus menutupi lapak para pelaku UMKM yang berada di kawasan tersebut.
Padukan UMKM dengan Seni dan Budaya
Tidak hanya menghadirkan produk UMKM dan kuliner, kegiatan tersebut juga dipadukan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Setelah Tari Saman dari Sanggar Jeumpa Dipuloe, rangkaian acara dilanjutkan dengan Tari Saboh Rasa dari Sanggar Gita Bahana Juang UPTD SDN 21 Bireuen.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan Seumapa yang turut memberikan nuansa budaya Aceh dalam rangkaian kegiatan.
Sementara pada bagian akhir acara, penampilan Rapai dari Sanggar Bijeuh Muda UPTD SMPN 2 Bireuen turut menarik perhatian masyarakat.
Penampilan para pelajar dan sanggar seni tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk tampil dan memperkenalkan seni budaya daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang tetap mengikuti rangkaian acara hingga penampilan seni berakhir.
Dorong Ekonomi Masyarakat
Kegiatan Stand UMKM Kecamatan dan Kuliner diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
Keterlibatan 17 kecamatan menjadi salah satu kekuatan utama dalam kegiatan tersebut karena setiap wilayah memiliki potensi dan produk unggulan yang berbeda.
Melalui ruang promosi seperti ini, produk lokal memiliki kesempatan untuk dikenal tidak hanya oleh masyarakat dari kecamatan masing-masing, tetapi juga oleh masyarakat dari wilayah lainnya yang datang berkunjung.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin berkembangnya sektor UMKM sekaligus membuka peluang pemasaran bagi produk-produk lokal.
Aktivitas jual beli yang berlangsung selama kegiatan juga diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi dan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.
Lebih dari itu, momentum HUT ke-27 Kabupaten Bireuen menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, pelaku seni, dan masyarakat.
Perayaan hari jadi daerah pun tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan ruang nyata bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan menunjukkan potensi yang dimiliki.
Dengan hadirnya stand UMKM 17 kecamatan, kawasan kuliner, serta berbagai pertunjukan seni dan budaya, rangkaian kegiatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen diharapkan berlangsung semarak sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat promosi produk lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap potensi yang dimiliki Kabupaten Bireuen.



