Detikacehnews.id | Bireuen – Wakil Rektor I Universitas Islam Aceh (UIA) bidang akademik, Dr. Dhiauddin, S.Pd.I., M.Pd. resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Kabupaten Bireuen periode 2026-2031. Pelantikan tersebut dilakukan bersama anggota MPA lainnya oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan MPA Kabupaten Bireuen dalam menjalankan peran strategisnya memberikan pertimbangan, masukan, dan rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait berbagai persoalan serta kebijakan pembangunan pendidikan.
Prosesi pelantikan turut dihadiri Asisten I Setdakab Bireuen Mulyadi, S.H., M.M., Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Dr. Marwan, M.Pd., anggota DPRK Bireuen Hj. Rosnani, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Dalam rangkaian pelantikan tersebut, selain Dr. Dhiauddin, turut dilantik Dr. Diana, M.A., M. Usdami, S.E., M.M., Salman, S.T., Syafruddin Daud, S.Pd., Hanafiah, S.Pd., M.A.P., Ibrahim Harun, S.Pd., Saiful Ma'ali, S.T., Yusri, S.Sos., M.Si., Syafie M. Isa, S.Pd., dan Abdul Manaf Isda, S.Ag.
Pengambilan sumpah/janji jabatan menjadi bagian awal prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen. Selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara sumpah/janji serta pemasangan pin secara simbolis kepada anggota MPA yang dilantik.
Penempatan Dr. Dhiauddin sebagai Wakil Ketua MPA Bireuen turut menjadi perhatian karena sosok tersebut memiliki latar belakang panjang di bidang pendidikan, khususnya pendidikan Islam dan Bahasa Arab.
Raih Best Teaching Innovation Award
Di tengah momentum pelantikannya sebagai Wakil Ketua MPA Bireuen, Dr. Dhiauddin juga baru saja meraih penghargaan Best Teaching Innovation Award pada ajang AICISSS PTKIS Award 2026, yang berlangsung pada 29 September 2026.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kiprahnya dalam mengembangkan proses pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.
Raihan tersebut sekaligus memperlihatkan konsistensinya dalam mendorong inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan dan kebutuhan mahasiswa.
Bagi Dr. Dhiauddin, pengembangan pendidikan tidak terlepas dari kemampuan pendidik dalam beradaptasi dengan perubahan zaman. Proses pembelajaran perlu terus dikembangkan agar tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu membangun kemampuan berpikir, karakter, kreativitas dan kompetensi peserta didik.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya di MPA Kabupaten Bireuen, terutama dalam memberikan pemikiran dan masukan terhadap pengembangan kebijakan pendidikan di daerah.
Akademisi dengan Konsentrasi Pendidikan dan Bahasa Arab
Dr. Dhiauddin, S.Pd.I., M.Pd. dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan yang memiliki konsentrasi keilmuan pada bidang pendidikan, Bahasa Arab dan keislaman.
Latar belakang pendidikan Islam yang ditempuh sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi turut membentuk konsistensinya dalam mengembangkan pendidikan yang memadukan kompetensi akademik dengan nilai-nilai keislaman.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Gampong Teungoh Sawang pada 1992-1998, kemudian melanjutkan pendidikan di MTs Syamsuddhuha pada 1998-2001 dan MA Syamsuddhuha pada 2001-2004.
Pada saat yang sama, Dr. Dhiauddin juga memiliki pengalaman pendidikan dayah. Ia pernah menempuh pendidikan di Dayah Darussaadah Aceh, Gampong Teungoh pada 1994-1998, kemudian melanjutkan di Dayah Terpadu Almadinatuddiniyah Syamsuddhuha pada 1998-2004 dan Dayah Raudhatul Quran Darussalam pada 2005-2009.
Pendidikan formalnya kemudian berlanjut ke jenjang perguruan tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Ar-Raniry pada 2009.
Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan S2 Magister Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim pada 2011 dan meraih gelar doktor bidang Pendidikan Bahasa Arab dari perguruan tinggi yang sama pada 2018.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi dalam perjalanan akademiknya, terutama dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Arab yang integratif, kontekstual dan berorientasi pada penguatan kompetensi akademik serta pembentukan karakter Islami.
Berpengalaman di Dunia Pendidikan
Perjalanan profesional Dr. Dhiauddin di bidang pendidikan telah dimulai sejak usia relatif muda.
Ia pernah dipercaya sebagai Direktur TPQ Raudhatul Quran pada 2006-2009. Pada periode yang hampir bersamaan, ia juga aktif sebagai tenaga pengajar di sejumlah lembaga pendidikan, termasuk Pesantren Darul Ulum Banda Aceh, Dayah Raudhatul Quran Darussalam, serta LDC IAIN Ar-Raniry.
Sejak 2011, ia tercatat sebagai dosen tetap di Universitas Islam Aceh. Selain itu, ia juga pernah menjadi tenaga pengajar di STAIN Malikussaleh pada 2011-2014 dan Politeknik Negeri Lhokseumawe pada 2012-2014.
Dalam perjalanan karier akademiknya, ia dipercaya menduduki berbagai posisi struktural. Ia pernah menjadi Ketua/Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Islam pada 2012-2014 dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab pada 2014.
Kariernya kemudian berlanjut dengan kepercayaan sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam pada 2018-2020, Plt. Ketua LPPM pada 2018-2019, serta Dekan Fakultas Tarbiyah pada 2020-2022.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Rektor IAI Almuslim Aceh pada 2022 dan Direktur Pascasarjana IAI Almuslim Aceh pada 2023-2025.
Selain dunia perguruan tinggi, Dr. Dhiauddin juga pernah menjadi Direktur Pesantren Ummulqura Indonesia pada 2018-2023.
Saat ini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Universitas Islam Aceh bidang akademik sejak 2025.
Berbagai pengalaman tersebut membuat aktivitasnya tidak hanya berkutat pada kegiatan pembelajaran, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum, manajemen pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan generasi muda.
Aktif Menulis Buku dan Publikasi Ilmiah
Selain aktivitas mengajar dan menjalankan tugas struktural di perguruan tinggi, Dr. Dhiauddin juga aktif dalam kegiatan penulisan dan publikasi ilmiah.
Sejumlah buku yang telah ditulisnya antara lain Kitab Pembelajaran Bahasa Arab yang diterbitkan pada 2023, Arabic For All (2013), Batas Aurat Wanita (2013), Kamus Penelitian Bahasa Arab (2014), serta Diktat Zikir dan Doa Setelah Shalat (2013).
Ia juga menulis buku Mazhab Pendidikan Islam: Kajian Pemikiran Ibn Khaldun pada 2022, Islam, Sains dan Teknologi pada 2022, serta Musykilat Fi Ta'lim Lughah Al-Arabiyah pada 2025.
Di bidang publikasi ilmiah, ia antara lain menulis artikel Integrating Peace Education into Arabic Language Learning at PTKI Aceh yang diterbitkan dalam Jurnal Mumtaz: Jurnal Pendidikan Agama Islam pada 2025.
Selain itu, terdapat publikasi berjudul Triple Activity Learning Model in Teaching Arabic for Graduate Student in Islamic Religions Education yang diterbitkan dalam Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam pada 2025, serta sejumlah karya ilmiah lainnya.
Aktivitas tersebut menunjukkan perhatian Dr. Dhiauddin terhadap pengembangan keilmuan sekaligus peningkatan kualitas proses pembelajaran di lingkungan pendidikan tinggi.
Berbagai Penghargaan
Kiprahnya di bidang pendidikan juga ditandai dengan sejumlah penghargaan dan sertifikasi.
Di antaranya Sertifikat Dosen Profesional dari Kemenag IAIN Syekh Nur Jati Cirebon pada 2013, penghargaan sebagai penulis terbanyak di lingkungan IAI Almuslim Aceh pada 2015, serta sertifikat pelatihan Bahasa Arab dari Ummulqura University pada 2022.
Ia juga menerima penghargaan Best Education dari IAI Almuslim Aceh pada 2022 dan mengikuti Pelatihan Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan Balai Diklat Kemenag Aceh pada 2024.
Yang terbaru, pada 29 September 2026, Dr. Dhiauddin meraih Best Teaching Innovation Award pada ajang AICISSS PTKIS Award 2026.
Penghargaan tersebut melengkapi perjalanan akademiknya sekaligus menjadi bagian dari rekam jejaknya dalam bidang inovasi pembelajaran.
Aktif dalam Organisasi dan Kegiatan Sosial
Di luar aktivitas akademik, Dr. Dhiauddin juga aktif dalam sejumlah organisasi dan kegiatan sosial.
Ia tercatat pernah menjadi pengurus IMLA Aceh, pengurus HUDA Kabupaten Bireuen periode 2019-2025, serta anggota Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Aceh periode 2024-2029.
Ia juga berperan sebagai pembina Forkamapa Jawa Timur serta aktif dalam kegiatan literasi kebangsaan di lingkungan pesantren dan sekolah menengah.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari aktivitasnya dalam memperluas kontribusi pendidikan di tengah masyarakat, tidak hanya melalui ruang kelas dan perguruan tinggi.
Tantangan Baru di MPA Bireuen
Dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan, kehadiran Dr. Dhiauddin dalam jajaran MPA Kabupaten Bireuen periode 2026-2031 menempatkannya pada tanggung jawab baru dalam memberikan pemikiran terhadap pembangunan pendidikan di daerah.
Sebagai Wakil Ketua MPA, pengalaman akademik dan manajerial yang dimilikinya dapat menjadi bagian dari proses memberikan pertimbangan dan rekomendasi dalam berbagai isu pendidikan yang berkembang di Kabupaten Bireuen.
Terlebih, pembangunan pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan kualitas pendidik, pemerataan akses pendidikan, penguatan karakter peserta didik, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing.
Dalam konteks tersebut, pengalaman Dr. Dhiauddin dalam pendidikan tinggi, pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, penelitian, penulisan ilmiah dan pendidikan keislaman menjadi bagian dari rekam jejak yang akan dibawanya dalam menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua MPA Bireuen.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya masa pengabdian baru bagi Dr. Dhiauddin bersama jajaran MPA Kabupaten Bireuen periode 2026-2031.
Dengan latar belakang sebagai akademisi, pengelola perguruan tinggi, penulis dan praktisi pendidikan, ia diharapkan dapat turut memperkuat fungsi MPA dalam memberikan masukan yang konstruktif serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran strategis untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Bireuen.
Bagi Dr. Dhiauddin, pendidikan bukan hanya berkaitan dengan proses transfer pengetahuan, tetapi juga bagian dari upaya membentuk manusia yang memiliki karakter, nilai dan tanggung jawab sosial.
Hal tersebut sejalan dengan moto yang selama ini dipegangnya, “Mendidik bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi menanamkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa dan Islami.”
