Detikacehnews.id | Sumatra Utara – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Dies Natalis ke-10 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Almuslim. Memasuki satu dekade perjalanan akademiknya, Prodi HI Universitas Almuslim kembali menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki wawasan global dan mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.
Momentum tersebut turut meninggalkan kesan tersendiri bagi Wardatun Jannah Dahlan, mahasiswi asal Kabupaten Serdang Bedagai, Kecamatan Tebing Tinggi, Sumatra Utara, yang kini tercatat sebagai mahasiswa semester III Prodi HI Universitas Almuslim.
Wardatun atau yang akrab disapa Wardah menjadi salah satu mahasiswa yang merasakan langsung kemeriahan sekaligus khidmatnya peringatan Dies Natalis ke-10 Prodi HI yang berlangsung di Aula MA Jangka Universitas Almuslim, Selasa (29/9/2026).
Bagi Wardah, peringatan satu dekade tersebut bukan sekadar seremoni ulang tahun program studi, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat perjalanan panjang Prodi HI dalam membuka berbagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia internasional, mengembangkan kemampuan diri, sekaligus membawa identitas Aceh ke ruang pergaulan global.
"A Decade of Connecting Nations, Shaping Global Leaders" menjadi tema yang diusung dalam peringatan Dies Natalis ke-10 tersebut. Tema itu menggambarkan perjalanan Prodi HI Universitas Almuslim dalam membangun konektivitas lintas negara sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar memiliki wawasan, pengalaman dan kemampuan menghadapi dinamika lingkungan global.
Prodi HI Universitas Almuslim sendiri merupakan program studi Hubungan Internasional pertama di Aceh. Dalam perjalanannya selama satu dekade, program studi tersebut terus mengembangkan jejaring akademik dan internasional serta memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melalui berbagai program di dalam maupun luar negeri.
Satu Dekade Perjalanan Prodi HI
Peringatan Dies Natalis ke-10 diawali dengan penampilan Tari Ranup Lampuan yang dipersembahkan Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim. Penampilan tersebut turut melibatkan salah seorang mahasiswa program pertukaran pelajar dari Nagoya Gakuin University, Jepang, yang sedang mengikuti kegiatan akademik di Prodi HI Universitas Almuslim.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan agenda formal berupa pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, serta sambutan dari Ketua Panitia, Ketua Himpunan Mahasiswa, dan Ketua Program Studi HI.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Almuslim, Hakim Muttaqim, B.Soc., S.H., SC, M.Ec. Dev., AFA.
Ketua Program Studi HI Universitas Almuslim, Yenni Rosana, MA. Pol Sci (IRCP), M.A. Int Com Dev, dalam kesempatan tersebut menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih selama perjalanan 10 tahun Prodi HI.
Menurutnya, satu dekade perjalanan telah memberikan banyak pengalaman bagi mahasiswa dan alumni, terutama dalam memperluas wawasan serta pengalaman internasional.
Salah satu program yang secara rutin memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa adalah student exchange ke Nagoya Gakuin University, Jepang.
Selain itu, mahasiswa Prodi HI juga mendapatkan kesempatan mengikuti KKM Internasional di sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Thailand dan Jepang. Pengalaman mahasiswa juga diperkuat melalui kesempatan magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di sejumlah negara.
Berbagai pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan internasional, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas dan kebudayaan Aceh.
Dalam sejumlah kegiatan di luar negeri, mahasiswa membawa unsur budaya Aceh melalui seni dan interaksi dengan masyarakat setempat. Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman diplomasi budaya yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti program internasional.
Mahasiswa Aceh Menembus Forum Internasional
Kiprah mahasiswa Prodi HI Universitas Almuslim di tingkat internasional juga terlihat melalui keterlibatan mereka dalam berbagai program kepemudaan global.
Sejumlah mahasiswa tercatat mengikuti program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika Serikat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa mahasiswa dari daerah memiliki peluang untuk terlibat dalam forum internasional apabila mendapatkan ruang dan kesempatan yang memadai.
Di tingkat nasional, mahasiswa Prodi HI juga menorehkan berbagai prestasi melalui kompetisi debat, Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres), Duta Baca, Duta Genre dan berbagai ajang lainnya.
Tidak hanya mahasiswa, perjalanan satu dekade Prodi HI juga tercermin dari kiprah para alumninya.
Sejumlah alumni telah berkarier di berbagai bidang, termasuk lingkungan diplomatik dan pendidikan. Salah seorang alumni tercatat bekerja sebagai staf di Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
Alumni lainnya memperoleh kesempatan mewakili Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk kegiatan internasional di India dan Youth ASEAN Conference di Kamboja.
Bahkan, salah seorang alumni Prodi HI Universitas Almuslim berhasil meraih penghargaan Third Place Best Delegate in Recognition of Outstanding Leadership yang diselenggarakan Green Democracy Institute dan menjadi salah satu dari enam orang yang mewakili Indonesia dalam pertemuan yang diselenggarakan organisasi BRICS di India.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Prodi HI dalam membangun lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman dan jejaring yang dapat menjadi modal untuk berkiprah dalam lingkungan global.
Hadirkan Perspektif Internasional di Kampus
Komitmen terhadap internasionalisasi pendidikan juga dilakukan melalui berbagai forum akademik yang menghadirkan akademisi maupun praktisi dari berbagai negara.
Dalam perjalanan akademiknya, Prodi HI Universitas Almuslim telah menghadirkan narasumber dari sejumlah negara, di antaranya Kamboja, Thailand, Amerika Serikat, Irak, Jerman, Vietnam, Malaysia, Bangladesh, India, Filipina dan Jepang.
Kehadiran para akademisi dan praktisi internasional tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai perspektif mengenai isu-isu global.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena wawasan hubungan internasional tidak hanya diperoleh melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan berbagai latar belakang budaya, negara dan pemikiran.
Para dosen Prodi HI juga terus terlibat dalam kegiatan pendidikan, penelitian, konferensi serta membangun jejaring akademik internasional di berbagai negara.
Dengan demikian, lingkungan akademik yang dibangun tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan agar mahasiswa memiliki pengalaman dan kesiapan menghadapi dunia yang semakin terkoneksi.
Wardah dan Pengalaman di Panggung Dies Natalis
Bagi Wardatun Jannah Dahlan, berbagai capaian tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menikmati proses perkuliahan di Prodi HI Universitas Almuslim.
Sebagai mahasiswa yang berasal dari Sumatra Utara dan memilih melanjutkan pendidikan di Aceh, Wardah merasakan bahwa lingkungan kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Pengalaman tersebut semakin berkesan ketika dirinya bersama mahasiswa angkatan 2025 ikut ambil bagian dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-10.
Pada sesi nonformal yang berlangsung siang hari, mahasiswa menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari duo harmoni, drama, musikalisasi puisi, solo vokal hingga monolog.
Wardah bersama tim dari angkatannya turut tampil dalam pertunjukan seni. Penampilan tersebut bahkan mendapatkan penghargaan sebagai penampilan group terkompak.
Penghargaan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Wardah dan rekan-rekannya. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarmahasiswa.
Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan seperti itu sekaligus memperlihatkan bahwa kehidupan akademik di Prodi HI tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Mahasiswa juga diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan membangun kepercayaan diri.
Logo, Dokumenter dan Harapan Satu Dekade ke Depan
Dalam peringatan Dies Natalis ke-10 tersebut juga ditayangkan video profil dan dokumenter perjalanan Prodi HI selama satu dekade. Pemutaran dokumenter menjadi salah satu bagian yang menggambarkan perjalanan program studi sejak awal berdiri hingga berbagai capaian yang telah diraih.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue dan pengumuman pemenang lomba desain logo Dies Natalis ke-10.
Dekan FISIP Universitas Almuslim, Jamaluddin, S.E., M.Si., mengumumkan tiga pemenang lomba desain logo, masing-masing Fudhal Bahagia sebagai juara pertama, T. M. Rizki Fahlevi sebagai juara kedua dan Ira Zulfira sebagai juara ketiga.
Jamaluddin juga menyampaikan harapan agar Prodi HI terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing serta mampu memberikan kontribusi di tengah lingkungan global yang semakin terhubung.
Rangkaian kegiatan formal kemudian ditutup dengan santunan kepada anak yatim, penampilan Tari Kreasi oleh Sanggar Mirah Delima serta foto bersama mahasiswa, dosen dan para undangan.
Dari Aceh untuk Dunia
Peringatan Dies Natalis ke-10 menjadi momentum penting bagi Prodi HI Universitas Almuslim untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh sekaligus menyusun langkah ke depan.
Sepuluh tahun perjalanan bukan hanya tentang usia sebuah program studi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah institusi pendidikan membangun generasi yang memiliki keberanian untuk melihat dunia lebih luas.
Bagi Wardah, pengalaman mengikuti Dies Natalis tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan perkuliahannya yang memberikan kesan tersendiri. Sebagai mahasiswa yang berasal dari luar Aceh, ia dapat melihat secara langsung bagaimana Prodi HI memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkarya dan membangun pengalaman bersama.
Semangat satu dekade Prodi HI kemudian dirangkum dalam pesan "From Aceh to the World".
Pesan tersebut menjadi gambaran komitmen Prodi HI Universitas Almuslim untuk terus membuka ruang bagi generasi muda Aceh dan mahasiswa dari berbagai daerah agar mampu berinteraksi, berkolaborasi dan berkontribusi dalam masyarakat global.
Memasuki dekade berikutnya, perjalanan Prodi HI Universitas Almuslim diharapkan tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Jejaring internasional, pengalaman mahasiswa, prestasi alumni dan berbagai kerja sama akademik menjadi modal untuk terus memperluas kontribusi.
Dari kampus di Aceh, mahasiswa Prodi HI terus didorong untuk mengenal dunia, membawa identitas daerah, membangun jejaring dan pada akhirnya mampu mengambil peran dalam berbagai ruang kehidupan yang semakin terkoneksi tanpa batas.
"A Decade of Connecting Nations, Shaping Global Leaders" menjadi tema yang diusung dalam peringatan Dies Natalis ke-10 tersebut. Tema itu menggambarkan perjalanan Prodi HI Universitas Almuslim dalam membangun konektivitas lintas negara sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar memiliki wawasan, pengalaman dan kemampuan menghadapi dinamika lingkungan global.
Prodi HI Universitas Almuslim sendiri merupakan program studi Hubungan Internasional pertama di Aceh. Dalam perjalanannya selama satu dekade, program studi tersebut terus mengembangkan jejaring akademik dan internasional serta memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melalui berbagai program di dalam maupun luar negeri.
Satu Dekade Perjalanan Prodi HI
![]() |
| Foto Bersama Mahasiswa, Dosen Program Studi Hubungan International, dan para undangan pada penutupan acara formal HUT HI. |
Peringatan Dies Natalis ke-10 diawali dengan penampilan Tari Ranup Lampuan yang dipersembahkan Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim. Penampilan tersebut turut melibatkan salah seorang mahasiswa program pertukaran pelajar dari Nagoya Gakuin University, Jepang, yang sedang mengikuti kegiatan akademik di Prodi HI Universitas Almuslim.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan agenda formal berupa pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, serta sambutan dari Ketua Panitia, Ketua Himpunan Mahasiswa, dan Ketua Program Studi HI.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Almuslim, Hakim Muttaqim, B.Soc., S.H., SC, M.Ec. Dev., AFA.
Ketua Program Studi HI Universitas Almuslim, Yenni Rosana, MA. Pol Sci (IRCP), M.A. Int Com Dev, dalam kesempatan tersebut menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih selama perjalanan 10 tahun Prodi HI.
Menurutnya, satu dekade perjalanan telah memberikan banyak pengalaman bagi mahasiswa dan alumni, terutama dalam memperluas wawasan serta pengalaman internasional.
Salah satu program yang secara rutin memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa adalah student exchange ke Nagoya Gakuin University, Jepang.
Selain itu, mahasiswa Prodi HI juga mendapatkan kesempatan mengikuti KKM Internasional di sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Thailand dan Jepang. Pengalaman mahasiswa juga diperkuat melalui kesempatan magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di sejumlah negara.
Berbagai pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan internasional, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas dan kebudayaan Aceh.
Dalam sejumlah kegiatan di luar negeri, mahasiswa membawa unsur budaya Aceh melalui seni dan interaksi dengan masyarakat setempat. Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman diplomasi budaya yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti program internasional.
Mahasiswa Aceh Menembus Forum Internasional
![]() |
| Foto: Wardah dan tim dari Angkatan 2025 Prodi HI dalam penampilan musikalisasi drama pada acara HUT HI ke 10. |
Kiprah mahasiswa Prodi HI Universitas Almuslim di tingkat internasional juga terlihat melalui keterlibatan mereka dalam berbagai program kepemudaan global.
Sejumlah mahasiswa tercatat mengikuti program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika Serikat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa mahasiswa dari daerah memiliki peluang untuk terlibat dalam forum internasional apabila mendapatkan ruang dan kesempatan yang memadai.
Di tingkat nasional, mahasiswa Prodi HI juga menorehkan berbagai prestasi melalui kompetisi debat, Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres), Duta Baca, Duta Genre dan berbagai ajang lainnya.
Tidak hanya mahasiswa, perjalanan satu dekade Prodi HI juga tercermin dari kiprah para alumninya.
Sejumlah alumni telah berkarier di berbagai bidang, termasuk lingkungan diplomatik dan pendidikan. Salah seorang alumni tercatat bekerja sebagai staf di Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
Alumni lainnya memperoleh kesempatan mewakili Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk kegiatan internasional di India dan Youth ASEAN Conference di Kamboja.
Bahkan, salah seorang alumni Prodi HI Universitas Almuslim berhasil meraih penghargaan Third Place Best Delegate in Recognition of Outstanding Leadership yang diselenggarakan Green Democracy Institute dan menjadi salah satu dari enam orang yang mewakili Indonesia dalam pertemuan yang diselenggarakan organisasi BRICS di India.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Prodi HI dalam membangun lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman dan jejaring yang dapat menjadi modal untuk berkiprah dalam lingkungan global.
Hadirkan Perspektif Internasional di Kampus
Komitmen terhadap internasionalisasi pendidikan juga dilakukan melalui berbagai forum akademik yang menghadirkan akademisi maupun praktisi dari berbagai negara.
Dalam perjalanan akademiknya, Prodi HI Universitas Almuslim telah menghadirkan narasumber dari sejumlah negara, di antaranya Kamboja, Thailand, Amerika Serikat, Irak, Jerman, Vietnam, Malaysia, Bangladesh, India, Filipina dan Jepang.
Kehadiran para akademisi dan praktisi internasional tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai perspektif mengenai isu-isu global.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena wawasan hubungan internasional tidak hanya diperoleh melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan berbagai latar belakang budaya, negara dan pemikiran.
Para dosen Prodi HI juga terus terlibat dalam kegiatan pendidikan, penelitian, konferensi serta membangun jejaring akademik internasional di berbagai negara.
Dengan demikian, lingkungan akademik yang dibangun tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan agar mahasiswa memiliki pengalaman dan kesiapan menghadapi dunia yang semakin terkoneksi.
Wardah dan Pengalaman di Panggung Dies Natalis
Bagi Wardatun Jannah Dahlan, berbagai capaian tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menikmati proses perkuliahan di Prodi HI Universitas Almuslim.
Sebagai mahasiswa yang berasal dari Sumatra Utara dan memilih melanjutkan pendidikan di Aceh, Wardah merasakan bahwa lingkungan kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Pengalaman tersebut semakin berkesan ketika dirinya bersama mahasiswa angkatan 2025 ikut ambil bagian dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-10.
Pada sesi nonformal yang berlangsung siang hari, mahasiswa menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari duo harmoni, drama, musikalisasi puisi, solo vokal hingga monolog.
Wardah bersama tim dari angkatannya turut tampil dalam pertunjukan seni. Penampilan tersebut bahkan mendapatkan penghargaan sebagai penampilan group terkompak.
Penghargaan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Wardah dan rekan-rekannya. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarmahasiswa.
Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan seperti itu sekaligus memperlihatkan bahwa kehidupan akademik di Prodi HI tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Mahasiswa juga diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan membangun kepercayaan diri.
Logo, Dokumenter dan Harapan Satu Dekade ke Depan
Dalam peringatan Dies Natalis ke-10 tersebut juga ditayangkan video profil dan dokumenter perjalanan Prodi HI selama satu dekade. Pemutaran dokumenter menjadi salah satu bagian yang menggambarkan perjalanan program studi sejak awal berdiri hingga berbagai capaian yang telah diraih.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue dan pengumuman pemenang lomba desain logo Dies Natalis ke-10.
Dekan FISIP Universitas Almuslim, Jamaluddin, S.E., M.Si., mengumumkan tiga pemenang lomba desain logo, masing-masing Fudhal Bahagia sebagai juara pertama, T. M. Rizki Fahlevi sebagai juara kedua dan Ira Zulfira sebagai juara ketiga.
Jamaluddin juga menyampaikan harapan agar Prodi HI terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing serta mampu memberikan kontribusi di tengah lingkungan global yang semakin terhubung.
Rangkaian kegiatan formal kemudian ditutup dengan santunan kepada anak yatim, penampilan Tari Kreasi oleh Sanggar Mirah Delima serta foto bersama mahasiswa, dosen dan para undangan.
Dari Aceh untuk Dunia
Peringatan Dies Natalis ke-10 menjadi momentum penting bagi Prodi HI Universitas Almuslim untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh sekaligus menyusun langkah ke depan.
Sepuluh tahun perjalanan bukan hanya tentang usia sebuah program studi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah institusi pendidikan membangun generasi yang memiliki keberanian untuk melihat dunia lebih luas.
Bagi Wardah, pengalaman mengikuti Dies Natalis tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan perkuliahannya yang memberikan kesan tersendiri. Sebagai mahasiswa yang berasal dari luar Aceh, ia dapat melihat secara langsung bagaimana Prodi HI memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkarya dan membangun pengalaman bersama.
Semangat satu dekade Prodi HI kemudian dirangkum dalam pesan "From Aceh to the World".
Pesan tersebut menjadi gambaran komitmen Prodi HI Universitas Almuslim untuk terus membuka ruang bagi generasi muda Aceh dan mahasiswa dari berbagai daerah agar mampu berinteraksi, berkolaborasi dan berkontribusi dalam masyarakat global.
Memasuki dekade berikutnya, perjalanan Prodi HI Universitas Almuslim diharapkan tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Jejaring internasional, pengalaman mahasiswa, prestasi alumni dan berbagai kerja sama akademik menjadi modal untuk terus memperluas kontribusi.
Dari kampus di Aceh, mahasiswa Prodi HI terus didorong untuk mengenal dunia, membawa identitas daerah, membangun jejaring dan pada akhirnya mampu mengambil peran dalam berbagai ruang kehidupan yang semakin terkoneksi tanpa batas.



