Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jembatan Darurat Kubang Itam Selesai Dibangun, Akses Warga Balee Panah–Seuneubok Dalam Kembali Terhubung

Senin, 05 Oktober 2026 | 12:59 WIB Last Updated 2026-10-05T05:59:32Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Dusun Kubang Itam, Desa Balee Panah dengan Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, telah selesai dan kini kembali dapat difungsikan sebagai akses transportasi masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Muhajir Juli, menyampaikan bahwa jembatan tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat setelah pemerintah daerah merespons kondisi kerusakan yang terjadi akibat bencana hidrometeorologi.

Menurut Muhajir, proses pembangunan jembatan darurat mulai dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Pekerjaan kemudian dikebut sehingga pada Minggu, 4 Oktober 2026, pembangunan jembatan tersebut telah rampung.

“Pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Dusun Kubang Itam, Desa Balee Panah dengan Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, telah selesai dibangun. Proses pembangunan dimulai Sabtu, 3 Oktober 2026 dan pada Minggu, 4 Oktober 2026 sudah rampung,” kata Muhajir Juli dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan pada Senin pagi, 5 Oktober 2026, jembatan darurat tersebut telah dapat digunakan dan kembali menjadi penghubung transportasi bagi masyarakat Dusun Kubang Itam dan wilayah sekitarnya.

Dengan selesainya pembangunan tersebut, aktivitas masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat ambruknya jembatan dapat kembali berjalan. Akses transportasi yang menghubungkan kawasan permukiman masyarakat dengan wilayah lainnya juga kembali terbuka.

Respons Cepat Pemerintah Daerah

Muhajir mengatakan, pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan tindak lanjut cepat Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Sebelumnya, jembatan darurat yang menjadi akses penting bagi masyarakat tersebut ambruk pada Selasa malam, 29 September 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bireuen.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air pada alur yang berhulu di kawasan perbukitan Cot Sirula meningkat. Arus air yang deras kemudian mengikis bagian penyangga jembatan hingga menyebabkan konstruksi jembatan tidak mampu bertahan dan akhirnya runtuh.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat yang selama ini memanfaatkan jembatan sebagai salah satu akses penghubung antarwilayah.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen, Fadhli Amir, serta Camat Juli, Hendri Maulana, turun langsung ke lokasi pada Rabu pagi, 30 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Mukhlis melihat langsung kondisi jembatan dan akses masyarakat yang terdampak. Bupati kemudian menginstruksikan agar pembangunan jembatan darurat dilakukan secepat mungkin sehingga akses warga dapat segera dipulihkan.

Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dan proses penyiapan material hingga pembangunan jembatan dapat dilaksanakan.

Proses Pembangunan Berlangsung Cepat

Muhajir menyampaikan, kecepatan pembangunan jembatan darurat tersebut tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

Proses pembangunan yang dimulai pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua hari. Pada Minggu, 4 Oktober 2026, jembatan telah rampung dan selanjutnya dilakukan pengecekan untuk memastikan jembatan dapat digunakan sebagai akses masyarakat.

“Pantauan yang dilakukan pada Senin pagi, 5 Oktober, jembatan itu telah berfungsi sebagai media penyambung transportasi warga Dusun Kubang Itam,” ujar Muhajir.

Menurutnya, penyelesaian jembatan darurat secara cepat menjadi bagian dari upaya Pemkab Bireuen untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi, tidak terganggu terlalu lama akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Warga Apresiasi Quick Response Bupati

Respons cepat pemerintah daerah juga mendapat apresiasi dari masyarakat yang terlibat dalam proses penanganan di lapangan.

Salah satunya disampaikan Razi Irawan, mantan Keuchik Balee Panah, yang ikut terlibat dalam proses pencarian material dan koordinasi pembangunan jembatan darurat tersebut.

Razi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., atas respons cepat terhadap kondisi jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pemulihan akses setelah jembatan sebelumnya mengalami kerusakan.

Koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dinilai membantu proses penanganan di lapangan, terutama dalam penyediaan material dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jembatan darurat.

Akses Transportasi Kembali Normal

Dengan selesainya pembangunan jembatan darurat tersebut, masyarakat Dusun Kubang Itam kini kembali memiliki akses penghubung menuju Desa Balee Panah dan Desa Seuneubok Dalam.

Jembatan tersebut memiliki fungsi penting bagi aktivitas harian masyarakat, termasuk mobilitas warga dan kegiatan ekonomi serta sosial yang membutuhkan akses transportasi antarwilayah.

Pemulihan akses menjadi salah satu hal yang harus segera dilakukan setelah terjadi kerusakan infrastruktur akibat bencana. Selain mengurangi hambatan mobilitas masyarakat, keberadaan akses yang kembali terhubung juga membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Muhajir menegaskan, penyelesaian jembatan darurat tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Bireuen untuk merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, khususnya ketika terjadi kerusakan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur dan wilayah yang berpotensi terdampak bencana, terutama memasuki kondisi cuaca yang dapat memicu peningkatan debit air.

Pembangunan jembatan darurat Kubang Itam ini menjadi bagian dari langkah penanganan cepat pemerintah daerah setelah terjadinya kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. Pemerintah juga terus mendorong koordinasi antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi kondisi serupa.

“Jembatan darurat ini sudah selesai dan berdasarkan pantauan pagi ini telah berfungsi sebagai penghubung transportasi masyarakat,” kata Muhajir.

Dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut, masyarakat di kawasan Dusun Kubang Itam, Desa Balee Panah dan Desa Seuneubok Dalam diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih lancar.