Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Bupati Buka Pendidikan Kader Ulama MPU Bireuen

Kamis, 02 Juni 2022 | 20:52 WIB Last Updated 2022-06-02T13:52:34Z
DetikAcehnews.id
Bireuen - Sebanyak 34 peserta berasal dari sejumlah dayah di 17 kecamatan, ikuti Pendidikan Kader Ulama (PKU) digelar Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen, dan dibuka Bupati Bireuen, Kamis (2/6/2022) di Aula Hotel Fajar.

Kepala Sekretariat MPU Bireuen, Said Jamaluddin, SE dalam laporannya di acara dihadiri Ketua DPRK, Kapolres, Dandim 0111/Bireuen (diwakili), Ketua Mahkamah Syariah, Ketua MPU, unsur terkait lainnya.

Kegiatan Pendidikan Kader Ulama ini salah satu program utama MPU Aceh dan MPU kabupaten/kota, dan merupakan amanat dari Qanun Aceh Nomor 2 tahun 2009 tentang MPU Aceh adalah mengadakan kegiatan kaderisasi ulama acara ini selenggarakan guna mencetak kader ulama muda masa depan aceh yang mampu berkiprah di berbagai lapisan masyarakat. Para santri diharapkan terus mengasah diri agar bisa terbentuk menjadi generasi yang isi kepala kitab turast namun berlisan intelek, artinya mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. 

Besar harapan dengan terselenggara acara ini para pemuda dayah bisa merangkul para generasi milenial dari pengaruh pergaulan bebas.

"Adapun tujuan lebih lanjut diselenggarakan  kegiatan ini, yaitu untuk meningkatkan pemahaman, pendalaman, pengkajian bagi kader ulama dalam bidang Fiqih Muqarran, penangkalan aliran sempalan, Tafsir, Ushul Fiqh, Qawaid Bahasa Arab, Hiwar Bahasa Arab, Ilmu Tauhid, Tupoksi dan Fatwa MPU Aceh, Fiqh Muamalah, Ilmu Dakwah, dan komunikasi serta Hadits, dan ilmu Hadits, untuk melahirkan calon-calon ulama masa depan yang berkualitas," terangnya.

Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi mengatakan sangat bersyukur dapat melaksanakan diklat Pendidikan Kader Ulama digelar MPU Bireuen selama 20 hari. "Kita harapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pemuda kita yang mondok di dayah," ujarnya.

Selain itu juga diharap dengan pendidikan seperti ini, peserta dapat juga memahami, disamping manejemen dayah maupun manajemen lainnya, terkait pembelajaran-pembelajaran pendidikan masa depan, apalagi di era milenial dan kader muda ini ada hubungan dengan generasi milenial.

"Hal ini jadi penekanan saya, bagaimana mereka dapat mensikapi sebagai alumni santri nanti, bagaimana pengembangan dayah ke depan apakah dayah tradisional dan dayah modern yang mengadopsi berbagai ilmu pengetahuan yang ada," tutur Bupati Bireuen. (*)