Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Hj. Cut Nyak Rizayati : Saya Fokus Bangun Kerjasama Luar Negeri

Rabu, 30 November 2022 | 21:07 WIB Last Updated 2022-11-30T14:07:16Z

Hj. Cut Nyak Rizayati : Saya Fokus Bangun Kerjasama Luar Negeri
Foto :  Dr Hj. Cut Nyak Rizayati, SH, MM

Detikacehnews.id | Australia - Pengusaha muda asal Bireuen, Aceh, Dr Hj. Cut Nyak Rizayati, SH, MM saat ini masih melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Negeri Kangguru Australia dari 24 November hingga 1 Desember 2022 mendatang.

Selanjutnya Cut Nyak Cahaya Jeumpa sapaan akrab Hj. Rizayati akan melakukan kunker ke Singapura dan Belanda.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Hj. Cut Nyak Rizayati ditemani suaminya H. Imran Abdul Hamid dan patner kerja dari Pemerintah Indonesia Nasaruddin Siradz yang merupakan Direktur Eksekutif PT. Indo Working Group dan Dr. Rudwin Loppies, Eksekutif dan Planning Transportation PT. Jaya Eklesia Travind.

Dikatakan Cut Nyak, tahun ini dirinya fokus luar negeri agar urasan kerjasamanya dapat berjalan lancar di tahun yang 2023 mendatang. “Karena kami berasal dari Aceh jadi umumnya komoditi dari Aceh yang akan kami pasarkan di luar negeri,” katanya.

Seperti impor kopi asal Indonesia ke Australia yaitu Kopi Gayo, kopi Sidikalang, kopi Sipirok, dan lain-lain. Selain itu, juga akan disinggung masalah impor Ikan Tuna dari Aceh ke Sydney Australia dan bagaimana jalur importasi penanganannya di Australia.

Sementara itu, di bidang pendidikan akan disinggung masalah Visa Student bagi pelajar-pelajar asal Aceh yang akan melanjutkan sekolah ke Australia dan peluang untuk bekerjasama dengan lembaga pendidikan seperti Aston College Australia dalam mempermudah para pelajar atau mahasiswa asal Aceh ke Australia.

Selain itu, terkait masalah ketenagakerjaan yang akhir-akhir ini mengemuka, apakah ada peluang bagi anak-anak Aceh berusia 18-30 tahun untuk ke Australia dengan menggunakan fasilitas Working Holiday Visa. “Itu kira-kira antara lain yang kami bahas dalam pertemuan dengan bapak Dubes, agar mendapatkan hasil yang sempurna,” terang Rizayati.

Ditambahkan Rizayati, pak Dubes juga meminta dirinya untuk mengembangkan usaha ekspor ikan tuna dan pengiriman guru Bahasa Indonesia untuk mengajar di Australia serta membahas hal bisnis lainnya. “Semoga tahun depan semua sesuai rencana,” pungkas Hj Rizayati.