![]() |
| Dokumentasi foto kegiatan FKIP Universitas Almuslim di SD Negeri 2 Kuta Blang. |
Detikacehnews.id | Bireuen - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim kembali menunjukkan peran aktif dan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam. Wujud kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembersihan dan pemulihan lingkungan sekolah di SD Negeri 2 Kuta Blang yang sebelumnya terdampak banjir pada akhir November 2025 lalu.
Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan dipimpin langsung oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi. Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan dosen serta mahasiswa FKIP yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Bencana FKIP Universitas Almuslim.
Aksi peduli pascabencana ini difokuskan pada upaya pemulihan lingkungan sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal, aman, dan nyaman. Sejak pagi hari, tim FKIP bersama mahasiswa bahu-membahu membersihkan area sekolah yang masih dipenuhi lumpur dan sampah sisa banjir. Pembersihan dilakukan di halaman sekolah, selokan, serta area sekitar ruang kelas yang terdampak cukup parah.
Selain itu, tim juga membersihkan kursi, meja, dan fasilitas belajar siswa yang masih tertutup lumpur, serta sejumlah perlengkapan sekolah lainnya yang mengalami kerusakan ringan akibat terjangan banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali layak digunakan serta mendukung proses pembelajaran yang kondusif bagi para siswa.
Menariknya, sebelum kegiatan pembersihan dimulai, Dekan FKIP Universitas Almuslim bersama seluruh tim terlebih dahulu mengikuti kegiatan senam bersama guru dan siswa SD Negeri 2 Kuta Blang. Kegiatan senam bersama tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan suasana ceria, menumbuhkan kebersamaan, serta membangkitkan semangat siswa setelah mengalami peristiwa bencana.
Usai kegiatan senam, tim FKIP Universitas Almuslim masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah trauma healing, sebagai bagian dari pemulihan psikologis siswa yang terdampak banjir. Melalui pendekatan yang komunikatif dan ramah anak, para dosen dan mahasiswa berupaya membantu siswa mengurangi rasa cemas, takut, serta tekanan psikologis akibat bencana yang mereka alami.
Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan yang terdampak bencana alam.
“Kami tidak hanya hadir untuk membersihkan lingkungan sekolah secara fisik, tetapi juga ingin berkontribusi dalam pemulihan psikologis anak-anak. Trauma healing menjadi bagian penting agar mereka kembali merasa aman, nyaman, dan memiliki semangat untuk belajar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Satgas Bencana FKIP Universitas Almuslim diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran nyata di luar ruang kelas. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa dilatih untuk memiliki kepekaan sosial, empati, serta kemampuan bekerja sama dalam menghadapi situasi darurat.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang pentingnya kepedulian sosial, kerja tim, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai ini sangat penting bagi calon pendidik di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Kuta Blang, Syarifah Nazariah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta bantuan yang diberikan oleh FKIP Universitas Almuslim. Menurutnya, kehadiran dosen dan mahasiswa sangat membantu pihak sekolah, baik dalam aspek pembersihan lingkungan maupun pemulihan kondisi psikologis siswa.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari FKIP Universitas Almuslim. Kehadiran dosen dan mahasiswa benar-benar membantu kami, terutama dalam membersihkan sekolah serta memberikan dukungan mental kepada anak-anak setelah banjir,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dampak banjir tidak hanya merusak fasilitas sekolah, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan emosional siswa. Oleh karena itu, kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh tim FKIP dinilai sangat bermanfaat dalam mengembalikan rasa percaya diri serta semangat belajar siswa.
Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Almuslim menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi aktif dalam membantu masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, dalam menghadapi serta bangkit dari dampak bencana alam. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan peran sosial perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.
