Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kolaborasi Kemanusiaan Internasional, Peace Winds Japan dan Universitas Almuslim Santuni Anak Yatim Terdampak Banjir di Aceh

Selasa, 17 Maret 2026 | 09:59 WIB Last Updated 2026-03-17T02:59:26Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen - Menjelang perayaan Idulfitri, kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui kolaborasi kemanusiaan antara Peace Winds Japan (PWJ) dan Universitas Almuslim. Melalui koordinasi yang difasilitasi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim, organisasi kemanusiaan asal Jepang tersebut menyalurkan santunan serta bantuan pakaian Lebaran bagi anak-anak yatim yang terdampak banjir di Aceh.

Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan moral dan kebahagiaan bagi anak-anak yang berada dalam kondisi rentan setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh, khususnya di kawasan Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Program tersebut juga menjadi simbol solidaritas lintas negara dalam membantu masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Inisiatif bantuan kemanusiaan ini bermula dari pertemuan antara tim KUI Universitas Almuslim dengan perwakilan Peace Winds Japan, yakni Rika Yamamoto, Shoji Endo, dan Svetlana Babina. Pertemuan tersebut membahas kondisi masyarakat Aceh yang terdampak banjir serta berbagai langkah pemulihan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat setempat.

Dalam diskusi tersebut, tim KUI Universitas Almuslim memaparkan situasi di lapangan, termasuk kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah pentingnya memberikan dukungan khusus kepada anak-anak yatim yang terdampak bencana. Mereka tidak hanya kehilangan rasa aman akibat situasi bencana, tetapi juga membutuhkan perhatian dan dukungan emosional agar dapat kembali merasakan kebahagiaan di tengah proses pemulihan.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi masyarakat, tim Peace Winds Japan bersama KUI Universitas Almuslim melakukan kunjungan langsung ke kawasan terdampak banjir di Kecamatan Peusangan. Dalam kunjungan lapangan tersebut, mereka menyaksikan secara langsung kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana.

Hasil dari kunjungan tersebut semakin memperkuat komitmen Peace Winds Japan untuk turut memberikan kontribusi nyata. Organisasi kemanusiaan ini kemudian memutuskan untuk mendukung program santunan bagi anak-anak yatim menjelang Lebaran yang digagas oleh Aliansi Pemuda Peduli.

Melalui program tersebut, bantuan yang disalurkan meliputi pembelian pakaian baru untuk Hari Raya Idulfitri serta santunan bagi anak-anak yatim. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sederhana bagi mereka yang tengah menjalani masa pemulihan setelah bencana, sekaligus menghadirkan semangat baru dalam menyambut hari kemenangan.

Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Almuslim, Risky Novialdi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang ditunjukkan oleh Peace Winds Japan dalam membantu masyarakat Aceh.

Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat melampaui batas negara dan latar belakang budaya.

Respons cepat dari Peace Winds Japan menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Kami sangat bersyukur karena dalam waktu singkat mereka mengambil keputusan untuk membantu anak-anak yatim menjelang Lebaran. Bagi kami, ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi juga tentang menghadirkan perhatian, harapan, dan kebahagiaan bagi mereka yang sedang bangkit dari dampak banjir,” ujarnya.

Risky juga menjelaskan bahwa keberhasilan kolaborasi ini tidak terlepas dari peran aktif tim KUI Universitas Almuslim yang turut memfasilitasi komunikasi antara pihak universitas dan organisasi kemanusiaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa dua staf KUI, yakni Al Furqan dan Nafsul Muthmainnah, turut berperan penting dalam proses koordinasi hingga terlaksananya program bantuan ini.

Sementara itu, mewakili Peace Winds Japan, Rika Yamamoto menyampaikan bahwa pihaknya merasa terhormat dapat menyalurkan semangat solidaritas masyarakat Jepang kepada masyarakat Aceh yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

Ia mengungkapkan bahwa Peace Winds Japan merasa bahagia dapat turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim yang akan menyambut Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya bertujuan untuk membantu secara materi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan pesan kemanusiaan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak sendirian dalam menghadapi ujian kehidupan.

Lebih jauh, Peace Winds Japan juga menyampaikan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam upaya pemulihan masyarakat di Aceh. Organisasi tersebut berencana mengembangkan berbagai program bantuan yang bersifat berkelanjutan dengan menggandeng Universitas Almuslim sebagai mitra lokal.

Program-program tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan pascabencana tidak hanya dari sisi bantuan darurat, tetapi juga melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Rektor Universitas Almuslim, Marwan, menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh organisasi internasional tersebut kepada universitas dalam menjembatani kolaborasi kemanusiaan.

Ia menyampaikan bahwa Universitas Almuslim memiliki komitmen kuat untuk terus berperan aktif dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi bencana.

Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh organisasi internasional kepada Universitas Almuslim untuk turut membantu masyarakat Aceh yang terdampak banjir. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui langkah-langkah pemulihan yang memberikan manfaat nyata, memperkuat solidaritas lintas negara, dan mendorong keberlanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kolaborasi antara Peace Winds Japan dan Universitas Almuslim ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara organisasi kemanusiaan internasional dan institusi pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menjelang Idulfitri, bantuan yang diberikan tidak hanya menghadirkan santunan dan pakaian baru bagi anak-anak yatim, tetapi juga membawa pesan yang lebih mendalam: bahwa di tengah ujian dan proses pemulihan pascabencana, nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan tetap hidup dan terus menguatkan harapan bagi masa depan masyarakat Aceh.