Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ketua Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim Lolos Pendanaan DPPM 2026

Sabtu, 11 April 2026 | 16:23 WIB Last Updated 2026-04-11T09:23:18Z


Detikacehnews.id | Bireuen - Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, Dr. Nadia Aldyza, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih pendanaan hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2026. Ia memperoleh pendanaan melalui skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) dengan judul penelitian “Asosiasi Kima–Turf algae sebagai Faktor Penentu Mortalitas Parsial Karang di Kawasan Konservasi Pesisir Timur Pulau Weh.”

Keberhasilan tersebut menjadi prestasi membanggakan, tidak hanya bagi Program Studi Pendidikan Biologi, tetapi juga bagi FKIP Universitas Almuslim secara keseluruhan. Capaian ini menunjukkan komitmen dosen dalam mengembangkan penelitian yang berkontribusi pada penguatan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang biologi kelautan dan konservasi ekosistem pesisir.

Penelitian yang diusulkan oleh Dr. Nadia Aldyza berfokus pada kajian hubungan antara organisme kima dengan turf algae yang diduga menjadi salah satu faktor penting dalam terjadinya mortalitas parsial karang. Kajian tersebut memiliki relevansi tinggi terhadap upaya pelestarian ekosistem terumbu karang, terutama di kawasan konservasi pesisir timur Pulau Weh yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi.

Melalui penelitian ini, Dr. Nadia Aldyza berupaya mengidentifikasi pola interaksi ekologis yang terjadi antara kima dan turf algae terhadap kesehatan karang. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan data ilmiah yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan karang secara parsial. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi dalam penyusunan strategi konservasi yang berkelanjutan di wilayah pesisir.

Sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim, Dr. Nadia Aldyza menilai bahwa penelitian ini tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memiliki dampak praktis bagi pengelolaan sumber daya laut. Menurutnya, keberlanjutan ekosistem terumbu karang sangat penting karena berkaitan langsung dengan keseimbangan lingkungan serta kehidupan masyarakat pesisir.

Ia juga menegaskan bahwa penelitian tersebut sejalan dengan upaya penguatan riset berbasis potensi lokal dan isu-isu strategis daerah. Kawasan Pulau Weh yang menjadi lokasi penelitian memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga diperlukan kajian ilmiah yang mendalam untuk mendukung pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan.

Selain itu, keberhasilan memperoleh hibah DPPM Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas penelitian di lingkungan Program Studi Pendidikan Biologi. Penelitian tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik lembaga konservasi, pemerintah daerah, maupun komunitas masyarakat pesisir dalam upaya pelestarian lingkungan laut.

Capaian yang diraih oleh Dr. Nadia Aldyza sekaligus menjadi motivasi bagi dosen lain di lingkungan FKIP Universitas Almuslim untuk terus mengembangkan penelitian yang inovatif dan berdampak. Dengan dukungan pendanaan tersebut, diharapkan penelitian dapat terlaksana secara optimal serta menghasilkan luaran ilmiah berupa publikasi, rekomendasi kebijakan, dan kontribusi nyata bagi konservasi lingkungan.

Keberhasilan ini semakin memperkuat peran Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim sebagai pusat pengembangan ilmu pendidikan biologi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga pada penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Melalui riset tersebut, diharapkan lahir solusi ilmiah yang mampu mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang di Indonesia.