Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkab Bireuen Peusijuek 360 Calon Jamaah Haji di Masjid Agung Sulthan Jeumpa

Senin, 27 April 2026 | 21:26 WIB Last Updated 2026-04-27T14:26:35Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar prosesi adat peusijuek (tepung tawar) bagi calon jamaah haji (CJH) tahun 1447 H/2026 M di Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna spiritual, sebagai bentuk doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan keselamatan serta kelancaran dalam menunaikan ibadah haji.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST, Ketua DPRK Bireuen, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua BKMT, Sekretaris Daerah, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Kepala Kantor Kementerian Agama, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah haji yang turut memberikan dukungan dan doa.

Dalam sambutannya, Bupati Bireuen menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada para calon jamaah haji untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan mulia yang tidak semua orang dapat memperolehnya, sehingga harus disyukuri dengan persiapan yang matang, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Sebanyak 360 orang jamaah haji Kabupaten Bireuen telah menyelesaikan seluruh rangkaian manasik haji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan bekal yang sangat penting dalam menghadapi seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci,” ujar Mukhlis.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses pembinaan dan penyelenggaraan manasik haji, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah, Kementerian Agama, serta berbagai elemen masyarakat menjadi kunci sukses dalam mempersiapkan jamaah haji yang mandiri dan siap menjalankan ibadah dengan baik.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa prosesi peusijuek yang merupakan tradisi khas Aceh tidak hanya menjadi bagian dari budaya, tetapi juga memiliki nilai-nilai religius yang mendalam. Tradisi ini menjadi simbol ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar para jamaah senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT selama menjalankan ibadah haji, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para calon jamaah haji. Ia mengingatkan agar para jamaah menjaga kondisi kesehatan sejak dini, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Pengaturan konsumsi obat secara teratur serta pola istirahat yang cukup menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Aktivitas di Tanah Suci cukup padat dan menguras tenaga, sehingga kesehatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar para jamaah tidak memaksakan diri dalam melakukan berbagai aktivitas menjelang keberangkatan. Menurutnya, menjaga stamina dan kebugaran tubuh merupakan langkah strategis agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk.

Bupati Mukhlis turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon jamaah haji Kabupaten Bireuen. Ia berharap seluruh jamaah diberikan kemudahan dalam perjalanan, kesehatan selama berada di Tanah Suci, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Prosesi peusijuek berlangsung dengan penuh kekhusyukan, diiringi doa-doa yang dipanjatkan untuk keselamatan dan keberkahan para jamaah. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausyiah agama yang disampaikan oleh Tgk. H. Ismuar, S.Ag., yang memberikan penguatan spiritual serta motivasi kepada para jamaah agar senantiasa menjaga niat dan keikhlasan dalam beribadah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon jamaah haji Kabupaten Bireuen tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual yang kuat dalam menunaikan ibadah haji, sehingga dapat meraih haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, serta daerah.