Detikacehnews.id | Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sektor pendidikan, khususnya pendidikan berbasis madrasah, dalam rangka menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, saat menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Selasa (28/4), di Gedung Hj. Fauziah Convention Hall Bireuen.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bireuen, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, para pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Bireuen, Ketua Bawaslu, pimpinan perbankan, serta berbagai unsur mitra strategis lainnya. Hadir pula pimpinan lembaga pendidikan, guru, tenaga kependidikan, dan tamu undangan dari berbagai kalangan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan program pendidikan, mulai dari pengelolaan wakaf, dukungan pascabencana, hingga kemitraan dengan lembaga keuangan dan institusi lainnya.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun selama ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Hal ini juga sejalan dengan upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan karakter.
Rangkaian kegiatan dalam menyambut Hardiknas 2026 ini diisi dengan berbagai program strategis, seperti penanaman 1.000 pohon wakaf, seminar digital, serta peluncuran Program Madrasah Unggul. Program tersebut diharapkan mampu mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki daya saing global di era digital.
Dalam sambutannya, Bupati Bireuen menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen dalam membangun sektor pendidikan yang tangguh dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan sektor pendidikan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa sistem pendidikan harus adaptif dan mampu bertahan dalam situasi apa pun.
“Pendidikan agama bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membangun peradaban daerah. Anak-anak madrasah hari ini adalah calon pemimpin masa depan Bireuen,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bireuen, lanjutnya, memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama, seperti pengembangan madrasah digital, madrasah unggul terintegrasi, serta pemanfaatan tanah wakaf secara produktif. Program-program tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi unggul yang berkarakter dan kompetitif.
Pada kesempatan tersebut, juga diberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan (GTK) berprestasi sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdian mereka di dunia pendidikan. Bupati menyampaikan bahwa capaian para guru merupakan hasil dari kerja keras yang sering kali tidak terlihat, namun memiliki dampak besar bagi kemajuan daerah.
“Penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi menjadi motivasi untuk terus melahirkan inovasi dan prestasi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Bireuen. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pengembangan madrasah dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Aceh.
Menurutnya, Bireuen sebagai kota juang memiliki potensi besar untuk menjadi role model dalam pengembangan pendidikan berbasis madrasah, terutama dengan dukungan regulasi yang terukur serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat.
Ia juga mendorong seluruh madrasah agar menjadikan program-program yang telah diluncurkan sebagai bagian dari tradisi pembelajaran yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengembangan wakaf produktif, termasuk wakaf pohon, diharapkan dapat terus dioptimalkan sebagai salah satu sumber pendukung keberlanjutan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut turut dilaksanakan peluncuran Program Madrasah Unggul, penyerahan penghargaan kepada Bupati Bireuen dari Kanwil Kementerian Agama Aceh, serta pemberian penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan berprestasi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.
Melalui momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam rangka mendorong kemajuan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan demi masa depan generasi yang lebih baik.
