Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

610 Warga SMAN 1 Kuala Gunakan E-Voting, Tiga Paslon Berebut Kursi Ketua-Wakil Ketua OSIS

Selasa, 29 September 2026 | 14:33 WIB Last Updated 2026-09-29T08:11:44Z



Detikacehnews.id | Bireuen — Sebanyak 610 warga SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pilketos masa bakti 2026/2027, Selasa (29/9/2026).

Menariknya, proses pemilihan tahun ini tidak lagi dilakukan secara konvensional menggunakan surat suara, melainkan menerapkan sistem electronic voting (e-voting).

Penerapan sistem pemungutan suara berbasis digital tersebut menjadi bagian dari upaya SMA Negeri 1 Kuala memanfaatkan teknologi dalam pelaksanaan demokrasi di lingkungan sekolah.

Selain memberikan kemudahan dalam proses pemungutan suara, penggunaan e-voting juga menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa untuk mengenal proses demokrasi secara langsung dan bertanggung jawab.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kuala Bidang Kesiswaan, Khairuddin, S.Pd., didampingi Pembina OSIS, Azizah, S.Pd., mengatakan Pilketos merupakan salah satu agenda penting dalam pembinaan kesiswaan di sekolah.

Pemilihan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk menentukan figur yang dinilai mampu memimpin organisasi siswa selama satu periode kepengurusan.

Dalam Pilketos tahun ini, terdapat tiga pasangan calon yang bersaing memperebutkan kepercayaan warga sekolah.

Pasangan nomor urut 1 yakni Kam Indra Yusravani dan Ziauzzahra.

Kemudian pasangan nomor urut 2, Noufal Aulia dan Uswatun Nisa.

Sementara pasangan nomor urut 3, Ahmad Syakir dan Izza Muzayyanaa.

Ketiga pasangan tersebut sebelumnya telah mengikuti tahapan kampanye pada Jumat (18/9/2026).





Kampanye berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Kuala dan diikuti oleh para siswa serta dewan guru.

Dalam tahapan tersebut, masing-masing pasangan calon mendapat kesempatan menyampaikan visi, misi serta program yang ditawarkan kepada warga sekolah apabila nantinya dipercaya memimpin OSIS.
610 Pemilih Terdaftar

Dalam pelaksanaan Pilketos 2026, panitia menetapkan sebanyak 610 warga sekolah sebagai pemilih.

Pemilih terdiri atas siswa, guru dan tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Kuala.

Untuk menunjang pelaksanaan pemungutan suara berbasis digital, panitia telah menyiapkan 610 kartu pemilih yang di dalamnya terdapat password untuk mengakses aplikasi e-voting.

Selain itu, panitia menyediakan enam bilik suara yang dilengkapi Chromebook sebagai perangkat untuk melakukan pemungutan suara.

Sebelum pemungutan suara dimulai, Ketua Panitia Pemilihan terlebih dahulu memastikan kesiapan seluruh bilik suara dan perangkat yang akan digunakan.

Setelah dipanggil berdasarkan nomor urut daftar hadir, setiap pemilih menerima kartu yang berisi password untuk login ke aplikasi e-voting.

Pemilih kemudian diarahkan menuju bilik suara untuk menentukan salah satu dari tiga pasangan calon yang tersedia.

Proses pemilihan dilakukan secara rahasia sehingga setiap pemilih dapat menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani masing-masing.

Setelah menggunakan hak pilih, pemilih juga diberikan tanda berupa tinta atau pewarna pada jari telunjuk sebagai penanda bahwa yang bersangkutan telah memberikan suara.

Sementara panitia pemilihan baru menggunakan hak suaranya setelah seluruh pemilih lainnya selesai memberikan suara.

Panitia juga menegaskan bahwa pemilih yang tidak hadir dalam kegiatan pemilihan tidak dapat digantikan oleh orang lain.

Ketentuan tersebut diberlakukan untuk menjaga ketertiban serta memastikan setiap suara berasal dari pemilih yang telah terdaftar.

Suara Terbanyak Tentukan Pemimpin OSIS

Pemilos SMA Negeri 1 Kuala masa bakti 2026/2027 pada prinsipnya menggunakan mekanisme suara terbanyak.

Pasangan calon yang memperoleh jumlah suara tertinggi akan menjadi pasangan yang dipercaya memimpin OSIS untuk satu periode kepengurusan.

Perhitungan suara dilakukan setelah seluruh pemilih menyelesaikan proses pemungutan suara.

Dalam tata tertib yang telah ditetapkan panitia, juga diatur mekanisme apabila terdapat perolehan suara yang sama pada peringkat tertinggi.

Apabila terjadi jumlah suara yang sama pada peringkat pertama, maka akan dilakukan pemilihan ulang terhadap pasangan calon yang memiliki perolehan suara sama tersebut.

Pemilihan ulang hanya dilakukan terhadap pasangan yang sama-sama berada pada peringkat tertinggi.

Jika setelah satu kali pemilihan ulang masih diperoleh jumlah suara yang sama, maka penyelesaiannya dilakukan melalui musyawarah dan mufakat.

Hasil rekapitulasi pemungutan suara kemudian ditandatangani oleh Ketua MPK Sementara, Ketua Panitia Pemilihan dan para saksi.

Jadi Sarana Belajar Demokrasi

Pelaksanaan Pilketos tidak hanya dimaknai sebagai proses pergantian kepengurusan OSIS, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan demokrasi bagi siswa.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menentukan pilihan, memahami proses pemilihan pemimpin, menghargai perbedaan pilihan dan menerima hasil pemilihan secara sportif.

Penggunaan sistem e-voting juga memberikan pengalaman baru bagi warga sekolah dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses demokrasi.

Dengan sistem tersebut, siswa tidak hanya menjadi objek dalam kegiatan pemilihan, tetapi terlibat langsung sebagai pemilih yang memiliki hak menentukan arah kepemimpinan organisasi siswa.

Pesan yang diusung dalam Pemilos tahun ini, “Pilihan Anda Menentukan Masa Depan SMANSAKU”, menjadi gambaran bahwa setiap suara memiliki arti dalam menentukan pemimpin OSIS ke depan.

Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pemilos sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan karakter peserta didik.

Melalui organisasi OSIS, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, kedisiplinan serta tanggung jawab.

OSIS juga menjadi wadah bagi siswa untuk belajar mengelola kegiatan dan menjalankan program secara terorganisir.

Karena itu, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga figur yang mampu menjalankan amanah dan menjadi teladan bagi siswa lainnya.

Dengan melibatkan seluruh warga sekolah sebagai pemilih dan menerapkan sistem e-voting, Pilketos SMA Negeri 1 Kuala masa bakti 2026/2027 menjadi salah satu bentuk praktik demokrasi di lingkungan pendidikan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga menyangkut kepercayaan, tanggung jawab dan kemampuan membawa organisasi ke arah yang lebih baik.