Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

dr. Zumirda Laporkan Ribuan Dokter Bedah Hadiri P2B2 XXIII di Banda Aceh

Jumat, 11 September 2026 | 11:04 WIB Last Updated 2026-09-11T04:04:02Z



Detikacehnews.id | Banda Aceh – Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Provinsi Aceh, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS, melaporkan bahwa sekitar 2.000 dokter bedah dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri kegiatan Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) XXIII PABI 2026 di Banda Aceh.

Laporan tersebut disampaikan dr. Zumirda kepada media ini, Jumat, 11 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 8–12 September 2026 itu dipusatkan di The Muraya Hotel Banda Aceh.

Menurut dr. Zumirda, pelaksanaan P2B2 XXIII menjadi momentum penting bagi dokter bedah dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat kompetensi, memperluas jejaring profesi, serta membahas berbagai tantangan pelayanan bedah yang terus berkembang.

Kegiatan nasional tersebut mengangkat tema “Disaster Surgical Resilience and Innovation: Meningkatkan Kualitas dan Akses Layanan Bedah Indonesia di Tengah Bencana, Transformasi Kesehatan dan Perkembangan Teknologi.”

Tema itu menegaskan pentingnya membangun ketangguhan pelayanan bedah dalam menghadapi situasi bencana, sekaligus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Abu Vulkanik Sempat Ganggu Perjalanan Peserta

Dalam laporannya, dr. Zumirda juga menyampaikan bahwa perjalanan sejumlah peserta menuju Aceh sempat terganggu akibat abu vulkanik. Bahkan, beberapa dokter bedah dilaporkan tertahan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah peserta harus menghadapi perubahan jadwal dan ketidakpastian keberangkatan sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh.

Meski demikian, gangguan tersebut tidak menyurutkan semangat para dokter bedah untuk menghadiri P2B2 XXIII. Peserta tetap berupaya menyesuaikan perjalanan dan berkoordinasi agar dapat mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.

Situasi itu menjadi gambaran nyata mengenai pentingnya ketangguhan dan kemampuan beradaptasi, yang juga menjadi salah satu fokus utama pertemuan nasional tersebut.

Ketangguhan dalam pelayanan bedah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan tenaga medis menghadapi kondisi darurat, tetapi juga kesiapan sistem, koordinasi, dan kemampuan beradaptasi ketika menghadapi berbagai gangguan maupun tantangan.

Dihadiri Dokter Bedah dari Berbagai Wilayah

Ketua Panitia Pelaksana P2B2 XXIII PABI 2026, dr. Syafwan Azhari, Sp.B-ET, FINACS, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menyambut kehadiran sekitar 1.500 dokter bedah dari berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Kehadiran para dokter bedah dari berbagai daerah menunjukkan bahwa P2B2 XXIII menjadi forum nasional yang mempertemukan tenaga ahli dari beragam latar belakang pelayanan dan wilayah kerja.

Menurut dr. Syafwan, P2B2 XXIII bukan sekadar agenda rutin organisasi profesi, tetapi menjadi forum strategis untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat jejaring antardokter bedah, mendorong kolaborasi, serta merespons berbagai tantangan pelayanan bedah.

Tantangan tersebut mencakup pelayanan kesehatan di tengah bencana, transformasi sistem kesehatan, serta perkembangan teknologi kedokteran yang menuntut peningkatan kapasitas dan pembaruan pengetahuan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat bertukar pengalaman, mendiskusikan perkembangan ilmu bedah, serta memperkuat kerja sama dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Dibuka Pemerintah Aceh

Rangkaian P2B2 XXIII PABI 2026 secara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si.

Kehadiran Pemerintah Aceh dalam pembukaan kegiatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, institusi pelayanan kesehatan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas dan tangguh.

Pelayanan bedah merupakan bagian penting dalam sistem kesehatan, terutama dalam penanganan kondisi darurat, kecelakaan, bencana, maupun berbagai kebutuhan tindakan medis yang memerlukan keahlian khusus.

Karena itu, peningkatan kompetensi dokter bedah perlu berjalan seiring dengan penguatan fasilitas, sistem rujukan, dukungan teknologi, serta kerja sama lintas sektor.

P2B2 Jadi Ruang Konsolidasi Keilmuan

Ketua Umum Pengurus Pusat PABI, dr. Heri Setyanto, Sp.B-ET, FINACS, menekankan pentingnya P2B2 sebagai ruang konsolidasi keilmuan dan profesi bagi dokter bedah Indonesia.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pembaruan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kapasitas dokter bedah dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

Selain itu, forum ini diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu dan pemerataan akses pelayanan bedah di seluruh Indonesia.

Pemerataan layanan bedah menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tidak selalu sejalan dengan ketersediaan tenaga ahli, fasilitas, dan teknologi di setiap daerah.

Melalui penguatan kompetensi dan jejaring profesi, dokter bedah diharapkan dapat saling berbagi pengalaman serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Aceh Jadi Tuan Rumah Pertemuan Nasional

Pelaksanaan P2B2 XXIII PABI 2026 di Banda Aceh menjadi momentum penting bagi Aceh sebagai tuan rumah pertemuan nasional organisasi profesi dokter bedah tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan dokter bedah dari berbagai daerah, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai pelayanan bedah di tengah tantangan bencana, transformasi kesehatan, dan perkembangan teknologi.

Bagi dr. Zumirda, laporan mengenai kehadiran peserta dan pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa P2B2 XXIII mendapat perhatian besar dari kalangan dokter bedah Indonesia.

Meskipun sejumlah peserta sempat menghadapi kendala perjalanan akibat abu vulkanik, rangkaian kegiatan tetap berlangsung dengan semangat kolaborasi dan pengembangan profesi.

P2B2 XXIII PABI 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas dokter bedah, penguatan jejaring profesi, serta upaya mewujudkan pelayanan bedah yang semakin berkualitas, tangguh, dan merata di seluruh Indonesia.