Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ketua PMI Bireuen Jenguk T Guntur Dahwan, Korban yang Terluka Saat Selamatkan Keluarga

Senin, 07 September 2026 | 14:14 WIB Last Updated 2026-09-07T07:14:33Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen — Kepedulian terhadap korban musibah kebakaran ditunjukkan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M. atau yang akrab disapa Edi Obama.

Usai mengunjungi lokasi kebakaran yang menimpa keluarga T. Guntur Dahwan (42) di Dusun Leubok Jok, Desa Pante Baroe, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Edi Saputra tidak langsung mengakhiri kunjungannya.

Ia melanjutkan perjalanan menuju Rumah Sakit BMC Bireuen untuk menjenguk T. Guntur Dahwan yang masih menjalani perawatan akibat luka bakar yang dialaminya dalam musibah kebakaran tersebut.

Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian PMI Bireuen terhadap kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moral kepada Guntur yang tengah menjalani proses pemulihan.

T. Guntur Dahwan merupakan anggota TNI aktif yang mengalami luka bakar ketika berupaya menyelamatkan keluarganya saat rumah mereka dilalap api pada Sabtu (5/9/2026) sekitar siang hari.

Dalam kondisi rumah yang terbakar, Guntur berusaha menyelamatkan istri, Irma (35), dan ketiga anaknya, T. Haidar (12), Cut Haidara (9), serta T. Baizier (3).

Upaya tersebut membuat Guntur mengalami luka bakar dan akhirnya harus mendapatkan perawatan medis di RS BMC Bireuen.

Dari Lokasi Kebakaran ke Rumah Sakit

Bagi Edi Saputra, mengunjungi korban tidak cukup hanya dengan melihat kondisi lokasi kebakaran. Setelah melihat langsung rumah korban yang hangus terbakar dan menyerahkan bantuan PMI kepada keluarga, ia kemudian memastikan kondisi Guntur yang sedang mendapatkan perawatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian PMI terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

Di rumah sakit, Edi memberikan semangat kepada Guntur agar tetap kuat menjalani perawatan. Ia juga menyampaikan dukungan kepada keluarga yang mendampingi korban selama masa pemulihan.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keprihatinan. Musibah yang terjadi tidak hanya membuat keluarga kehilangan rumah, tetapi juga berbagai harta benda yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Rumah yang ditempati keluarga Guntur hangus terbakar bersama seluruh isinya. Sejumlah barang berharga seperti sepeda motor, sepeda, peralatan rumah tangga dan barang elektronik ikut terbakar.

Namun, di tengah kerugian besar tersebut, keluarga masih patut bersyukur karena keselamatan istri dan ketiga anak Guntur dapat diselamatkan.

Pengorbanan Seorang Ayah

Musibah yang menimpa keluarga T. Guntur Dahwan menyisakan kisah tentang keberanian seorang ayah.

Ketika api mulai membakar rumah, keselamatan keluarganya menjadi prioritas utama. Guntur berusaha memastikan istri dan anak-anaknya dapat keluar dari situasi berbahaya tersebut.

Ia menyadari bahwa keselamatan keluarga jauh lebih berharga dibandingkan harta benda yang ada di dalam rumah.

Tindakan tersebut kemudian membuat dirinya mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan.

Bagi keluarga, peristiwa itu tentu meninggalkan trauma dan kesedihan. Dalam waktu singkat, tempat tinggal yang selama ini menjadi tempat berkumpul bersama keluarga berubah menjadi puing-puing akibat amukan api.

Kendati demikian, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga tersebut untuk menghadapi masa sulit.

PMI: Korban Tidak Boleh Merasa Sendiri

Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, mengatakan kehadiran PMI bukan semata-mata untuk memberikan bantuan secara materi, tetapi juga memastikan masyarakat yang tertimpa musibah mendapatkan dukungan kemanusiaan.

Menurutnya, ketika seseorang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah, dukungan moral sangat diperlukan agar korban memiliki kekuatan untuk bangkit kembali.

Kita mungkin tidak mampu mengganti seluruh kehilangan mereka, tetapi kita bisa hadir untuk meringankan beban dan memberikan kekuatan. Di saat saudara kita tertimpa musibah, jangan biarkan mereka merasa sendiri,” ujar Edi Saputra.

Ia berharap kondisi Guntur segera membaik dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya setelah menyelesaikan proses perawatan.

Edi juga berharap kepedulian terhadap korban musibah seperti yang dialami keluarga Guntur terus tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, solidaritas merupakan bagian penting dalam menghadapi berbagai musibah. Bantuan sekecil apa pun, baik berupa materi maupun dukungan moral, dapat memberikan arti besar bagi keluarga yang sedang berada dalam kondisi sulit.

Menjaga Harapan di Tengah Musibah

Kebakaran yang menimpa keluarga Guntur menjadi salah satu peristiwa yang mengingatkan bahwa kehilangan harta benda dapat terjadi dalam waktu singkat.

Namun, dari balik musibah tersebut terdapat sebuah kisah tentang keberanian, kasih sayang dan tanggung jawab seorang ayah terhadap keluarganya.

Rumah yang terbakar dapat dibangun kembali. Harta benda yang hilang perlahan dapat dicari penggantinya. Tetapi keberanian seseorang yang mempertaruhkan keselamatan demi melindungi keluarganya menjadi nilai yang jauh lebih berarti.

Kini, Guntur masih menjalani perawatan di RS BMC Bireuen. Di tempat tersebut, dukungan dari keluarga dan orang-orang yang datang memberikan perhatian menjadi bagian dari proses pemulihan yang sedang dijalaninya.

Kunjungan Ketua PMI Bireuen menjadi salah satu bentuk nyata bahwa di tengah musibah, masih ada kepedulian dan solidaritas yang hadir untuk memberikan kekuatan.

PMI Bireuen pun terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi musibah dan membutuhkan uluran tangan kemanusiaan.

Sebab, dalam setiap musibah, yang dibutuhkan korban bukan hanya bantuan untuk mengganti apa yang hilang, tetapi juga keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi semuanya seorang diri.