Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

M. Syamil–Mauza Salsabila Terpilih Pimpin OSIS SMA Negeri 3 Bireuen Periode 2026–2027

Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:23 WIB Last Updated 2026-10-06T12:23:47Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Pasangan calon nomor urut 5, M. Syamil dan Mauza Salsabila, berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) SMA Negeri 3 Bireuen periode 2026–2027.

Pasangan tersebut memperoleh 195 suara dari total 335 suara yang masuk dalam pemilihan yang digelar di halaman SMA Negeri 3 Bireuen, Selasa (6/10/2026).

Pelaksanaan Pilketos berlangsung meriah, tertib dan penuh antusiasme. Seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (tendik), hingga para siswa turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tingkat sekolah tersebut.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 3 Bireuen, Muhammad, S.Pd., membenarkan pelaksanaan Pilketos tersebut. Saat ditemui awak media di lokasi kegiatan, Muhammad didampingi Pembina OSIS SMA Negeri 3 Bireuen, Herlinda, S.Pd.

Menurutnya, pelaksanaan Pilketos bukan sekadar agenda rutin organisasi siswa, tetapi menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter dan pembelajaran demokrasi bagi para siswa.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan pengalaman secara langsung mengenai bagaimana proses pemilihan seorang pemimpin dilakukan, mulai dari mengenal calon, menyampaikan gagasan, menggunakan hak pilih, hingga mengikuti proses penghitungan suara secara terbuka.

“Konsep Pemilos sengaja dibuat mirip dengan pemilu nasional agar siswa dapat merasakan langsung proses demokrasi yang sesungguhnya. Kami ingin mereka tidak hanya memilih, tetapi juga memahami tanggung jawab di balik hak pilih,” ujar Muhammad.

Ia menjelaskan, terdapat lima pasangan calon yang bersaing dalam Pilketos SMA Negeri 3 Bireuen periode 2026–2027.

Kelima pasangan tersebut yakni Pasangan Calon (Paslon) 1 Syahri Ramadhan dan Askiya Humaira, Paslon 2 Muksalmina dan Keisa Prida, Paslon 3 Dinda Rayya dan Fikra, Paslon 4 M. Asril dan Sabila Aufa, serta Paslon 5 M. Syamil dan Mauza Salsabila.

Sebelum memasuki tahapan pemungutan suara, seluruh pasangan calon telah mengikuti sejumlah rangkaian proses. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan administrasi, uji kelayakan, debat publik, hingga penyampaian visi dan misi di hadapan warga sekolah.

Dalam penyampaian visi dan misi yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya, masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan menyampaikan gagasan serta program yang akan mereka lakukan apabila dipercaya memimpin OSIS.

Berbagai gagasan kreatif disampaikan para kandidat, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kegiatan kesiswaan, pengembangan potensi siswa, penguatan kebersamaan, serta peningkatan peran OSIS sebagai wadah bagi siswa untuk berkreasi dan berkontribusi di lingkungan sekolah.
Dirancang Layaknya Pemilu*

Untuk memberikan pengalaman demokrasi yang lebih nyata, pelaksanaan Pemilos SMA Negeri 3 Bireuen tahun ini dirancang menyerupai mekanisme pemilihan umum.

Panitia mendirikan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di halaman sekolah. Setiap TPS dilengkapi dengan kotak suara, bilik pencoblosan, saksi, serta petugas registrasi.

Sebelum menggunakan hak pilih, para pemilih diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu. Setelah mendapatkan tanda sebagai pemilih, mereka kemudian diarahkan menuju bilik suara untuk menentukan pasangan calon pilihannya.

Setelah mencoblos, jari pemilih diberikan tanda tinta sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah menggunakan hak pilihnya.

Penataan tersebut membuat suasana pemilihan semakin menyerupai pelaksanaan pemilu sesungguhnya. Para siswa tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga terlibat dalam berbagai tahapan penyelenggaraan kegiatan.

Muhammad mengatakan, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa bahwa demokrasi tidak berhenti pada kegiatan mencoblos, melainkan juga berkaitan dengan tanggung jawab, kejujuran, keterbukaan dan penghormatan terhadap pilihan orang lain.

Dengan demikian, Pemilos menjadi sarana pembelajaran yang memungkinkan siswa memahami nilai-nilai demokrasi melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.

Kepala Sekolah Jadi Pemilih Pertama

Pemungutan suara diawali dengan pencoblosan oleh Kepala SMA Negeri 3 Bireuen, Dra. Elfi Syahrani, M.Pd.

Setelah kepala sekolah menggunakan hak pilihnya, proses pemungutan suara dilanjutkan oleh para wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, kemudian seluruh siswa.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh perwakilan anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen yang hadir untuk melihat secara langsung pelaksanaan proses demokrasi yang berlangsung di lingkungan sekolah.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah semarak kegiatan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi para siswa dalam memahami proses pemilihan yang tertib, transparan dan bertanggung jawab.

Sejak pembukaan hingga pemungutan suara berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka datang secara bergiliran ke TPS yang telah disediakan dan menggunakan hak pilih sesuai dengan pilihan masing-masing.

Suasana semakin ramai ketika proses pemungutan suara memasuki tahap akhir. Para siswa kemudian berkumpul untuk menyaksikan penghitungan suara yang dilakukan secara terbuka oleh panitia.

Penghitungan Suara Berlangsung Terbuka

Setelah seluruh proses pencoblosan selesai, panitia yang terdiri dari siswa kelas XI dan XII mulai melakukan penghitungan suara.

Penghitungan dilakukan secara terbuka di hadapan para siswa dan warga sekolah. Setiap surat suara diperiksa dan dihitung satu per satu sehingga prosesnya dapat disaksikan secara langsung.

Suasana sempat diwarnai ketegangan karena para pendukung masing-masing pasangan calon menunggu hasil akhir perolehan suara.

Setelah seluruh surat suara selesai dihitung, Pasangan Calon Nomor Urut 5, M. Syamil dan Mauza Salsabila, dinyatakan sebagai pasangan yang memperoleh suara terbanyak.

Pasangan tersebut mengumpulkan 195 suara dari total 335 suara yang masuk.

Kemenangan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian panjang proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 3 Bireuen periode 2026–2027.

Kepala Sekolah Tekankan Tanggung Jawab

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 3 Bireuen, Dra. Elfi Syahrani, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Pemilos.

Ia mengingatkan bahwa terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan hanya menjadi sebuah kebanggaan, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menjalankan amanah dan mewakili kepentingan seluruh siswa.

Pemimpin OSIS diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh warga sekolah, menjadi teladan bagi siswa lainnya, serta menjalankan program kerja yang dapat memberikan manfaat bagi kemajuan sekolah.

Selain itu, seluruh pasangan calon yang belum terpilih juga diharapkan tetap memberikan kontribusi dalam berbagai kegiatan sekolah.

Menurutnya, perbedaan pilihan selama proses pemilihan merupakan bagian dari demokrasi. Setelah hasil ditetapkan, seluruh siswa diharapkan kembali bersatu dan mendukung kepengurusan OSIS yang baru.

Pelaksanaan Pemilos SMA Negeri 3 Bireuen tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pendidikan demokrasi dapat dimulai dari lingkungan sekolah.

Melalui proses pemilihan yang melibatkan siswa secara langsung, mereka belajar mengenal calon pemimpin, mempertimbangkan pilihan, menggunakan hak suara, menghormati hasil pemilihan, serta memahami bahwa setiap hak yang dimiliki selalu diikuti dengan tanggung jawab.

Dengan terpilihnya M. Syamil dan Mauza Salsabila sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026–2027, diharapkan kepengurusan baru mampu melanjutkan berbagai program positif sekaligus menghadirkan inovasi baru yang dapat memperkuat peran OSIS sebagai wadah pengembangan potensi dan kreativitas siswa SMA Negeri 3 Bireuen.