Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pengurus IDI Bireuen Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, dr. Zumirda Kembali Menjabat Ketua

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:23 WIB Last Updated 2026-10-10T14:16:46Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen periode 2026–2029 resmi dilantik oleh Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr. dr. Muntadhar, Sp.B-ET., Subsp. Ped(K)., di Aula Hotel Fajar Bireuen, Sabtu (10/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan kepemimpinan dan penguatan peran IDI Cabang Bireuen dalam mendukung peningkatan profesionalisme dokter, pengembangan organisasi, serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., Ketua IDI cabang kabupaten/kota se-Aceh, perwakilan Polres Bireuen, Dandim, Direktur RSUD dr. Fauziah, para direktur rumah sakit swasta di Kabupaten Bireuen, anggota IDI, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara organisasi profesi kedokteran, pemerintah daerah, institusi pelayanan kesehatan, dan kalangan akademisi dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Bireuen.

Ketua Panitia Pelantikan Pengurus IDI Cabang Bireuen, dr. Hulaimi, Sp.P., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan tahapan lanjutan dari proses organisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui Musyawarah Cabang (Muscab) IDI Cabang Bireuen pada 27–28 Juni 2026.

Dalam Muscab yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen tersebut, dr. Zumirda, Sp.B-ET., FINACS., FICS., kembali dipercaya untuk memimpin IDI Cabang Bireuen untuk periode 2026–2029.

Dr. Zumirda terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan kepercayaan dari peserta musyawarah. Hasil tersebut sekaligus menandai keberlanjutan kepemimpinannya setelah sebelumnya memimpin IDI Cabang Bireuen periode 2022–2025.

Menurut dr. Hulaimi, pelantikan ini menjadi bagian penting dari proses regenerasi dan kesinambungan organisasi agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan tugas serta tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan organisasi dan kebutuhan profesi kedokteran.

Ketua IDI Wilayah Aceh Lantik Pengurus Baru

Prosesi pelantikan berlangsung dengan pembacaan janji jabatan yang diikuti seluruh pengurus IDI Cabang Bireuen periode 2026–2029. Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr. dr. Muntadhar, secara resmi melantik para pengurus sebagai tanda dimulainya pelaksanaan amanah organisasi untuk tiga tahun ke depan.

Usai prosesi pelantikan, Dr. dr. Muntadhar turut mengalungkan selempang jabatan kepada Ketua IDI Cabang Bireuen, dr. Zumirda, sebagai simbol peneguhan tanggung jawab kepemimpinan dalam menjalankan roda organisasi.

Momentum tersebut menandai dimulainya periode kepengurusan baru yang diharapkan mampu melanjutkan program-program positif sekaligus memperkuat peran IDI sebagai organisasi profesi dokter.

Kepengurusan baru juga diharapkan dapat menjaga soliditas antaranggota, meningkatkan kualitas profesionalisme, serta membangun komunikasi dan kerja sama yang konstruktif dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah dan institusi pelayanan kesehatan.
n

Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IDI Cabang Bireuen yang telah resmi dilantik.

Bupati berharap kepengurusan periode 2026–2029 dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta terus berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bireuen.

Menurutnya, keberadaan organisasi profesi seperti IDI memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui penguatan kapasitas tenaga medis, peningkatan mutu pelayanan, dan penerapan standar profesional dalam praktik kedokteran.

Pemerintah Kabupaten Bireuen juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan tenaga medis dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin baik, merata, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, serta institusi pendidikan kedokteran dinilai penting untuk terus diperkuat.

Bupati juga mengharapkan agar kepengurusan baru tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi turut mengambil bagian dalam berbagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

dr. Zumirda Kembali Pimpin IDI Cabang Bireuen

Ketua IDI Cabang Bireuen, dr. Zumirda, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota serta pengurus yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.

Kepercayaan yang diberikan melalui Muscab, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijalankan bersama-sama dengan mengedepankan kebersamaan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kemajuan organisasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelantikan dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik.

Dr. Zumirda berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat bekerja secara kolektif, memperkuat komunikasi antaranggota, serta berperan aktif dalam menjalankan program-program organisasi selama periode 2026–2029.

Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai dokter sekaligus anggota organisasi profesi.

Dengan dukungan seluruh anggota, ia berharap IDI Cabang Bireuen semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam pengembangan profesi kedokteran maupun dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bireuen.

Keberlanjutan kepemimpinan ini juga diharapkan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan, memperkuat hal-hal yang sudah baik, serta mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan masyarakat.

Ketua IDI Wilayah Aceh Berikan Arahan

Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr. dr. Muntadhar, dalam sambutannya turut memberikan arahan kepada pengurus IDI Cabang Bireuen yang baru dilantik.

Ia mendorong agar seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan menjunjung tinggi etika profesi, menjaga integritas, dan memperkuat persatuan di antara para dokter.

Sebagai organisasi profesi, IDI memiliki tanggung jawab untuk mendukung peningkatan kompetensi anggotanya sekaligus menjaga kualitas praktik kedokteran agar tetap sesuai dengan standar profesi dan ketentuan yang berlaku.

Oleh karena itu, kepengurusan cabang diharapkan mampu membangun organisasi yang solid, responsif terhadap perkembangan dunia kedokteran, serta menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Selain itu, komunikasi dan koordinasi yang baik antara IDI Wilayah Aceh dan IDI Cabang Bireuen juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program organisasi.

Melalui kepengurusan yang baru, IDI Cabang Bireuen diharapkan terus memperkuat peran strategisnya sebagai wadah berhimpun para dokter, sekaligus mitra dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Susunan Pengurus Inti IDI Cabang Bireuen 2026–2029

Adapun susunan pengurus inti IDI Cabang Bireuen periode 2026–2029 adalah sebagai berikut:

  • Ketua: dr. Zumirda, Sp.B-ET., FINACS., FICS.
  • Sekretaris: dr. Hulaimi, Sp.P.
  • Bendahara: dr. Dira Witria.
  • Wakil Ketua I: dr. Zikral Hadi, Sp.T.H.T.B.K.L.
  • Wakil Ketua II: dr. Fauzan, Sp.M.
  • Wakil Ketua III: dr. Emy Handriany.

Sementara itu, dr. Abri Hatinsyah Efendi, Sp.B., FICS., FINACS., dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan IDI Cabang Bireuen.

Susunan kepengurusan tersebut diharapkan mampu menjalankan fungsi organisasi secara optimal, memperkuat koordinasi internal, serta mendukung pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada pengembangan profesi dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Pelantikan pengurus IDI Cabang Bireuen periode 2026–2029 ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengurus dan tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada pengurus IDI.

Melalui pelantikan ini, IDI Cabang Bireuen diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran organisasi profesi, memperkuat kompetensi dan etika dokter, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Bireuen.