Detikacehnews.id | Bireuen – Semangat dan keceriaan anak-anak mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Bireuen. Berlangsung dalam suasana penuh antusiasme, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak usia dini untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, sekaligus bakat yang mereka miliki.
Peringatan HAN ke-42 Kabupaten Bireuen yang dirangkaikan dengan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen itu mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Bireuen.”
Kegiatan dipusatkan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Minggu (4/10/2026), dan diikuti anak-anak dari berbagai lembaga Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.
Sejak kegiatan berlangsung, suasana aula tampak dipenuhi keceriaan anak-anak yang didampingi guru dan orang tua. Mereka mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia sebagai wadah untuk menampilkan kemampuan, kreativitas dan keberanian tampil di hadapan orang lain.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si. Turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Surya, S.Pd., M.Pd., jajaran bidang terkait, para pendidik, orang tua peserta, panitia serta belasan dewan juri yang ditugaskan pada masing-masing cabang perlombaan.
Dalam sambutannya, Dr. Muslim mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga harus dimaknai sebagai momentum untuk memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang yang cukup untuk berekspresi, mengembangkan kreativitas, mengenali minat serta menemukan bakat yang dimiliki sejak usia dini.
“Anak-anak perlu diberikan ruang untuk berekspresi, melihat minat dan menemukan bakatnya. Pembentukan karakter anak tidak terlepas dari peran guru, orang tua dan lingkungan masyarakat,” ujar Dr. Muslim.
Ia menjelaskan, masa usia dini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan karakter seorang anak. Karena itu, pendidikan anak tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus memberikan perhatian terhadap pembentukan sikap, perilaku, keberanian, kemandirian dan akhlak.
“Kita dituntut membentuk karakter anak sejak usia dini, bagaimana membentuk mereka menjadi anak-anak yang berakhlakul karimah. Ketika mereka tumbuh, guru, orang tua dan seluruh pihak memiliki tanggung jawab terhadap pembentukan karakter anak,” katanya.
Ia menambahkan, lingkungan tempat anak tumbuh memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian mereka. Oleh sebab itu, pendidikan karakter membutuhkan keterlibatan bersama antara satuan pendidikan, keluarga, pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, anak-anak yang tumbuh dengan mendapatkan perhatian, perlindungan dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya diharapkan dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang baik.
Wadah Mengembangkan Kreativitas Anak
Sementara itu, Ketua Panitia menyampaikan bahwa peringatan HAN ke-42 di Kabupaten Bireuen dirancang sebagai salah satu wadah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak usia dini dalam mengembangkan kreativitas, bakat, keberanian dan rasa percaya diri.
Sejumlah perlombaan digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di antaranya lomba mewarnai, melukis, fashion show, berselawat, bercerita serta sejumlah cabang perlombaan lainnya.
Berbagai cabang tersebut dipilih tidak hanya untuk memberikan hiburan kepada anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran melalui kegiatan yang menyenangkan.
Melalui lomba mewarnai dan melukis, misalnya, anak diberikan ruang untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas melalui karya. Sementara lomba bercerita dan berselawat mendorong anak untuk berani tampil dan berkomunikasi di depan orang lain.
Begitu pula dengan fashion show yang memberikan kesempatan kepada anak untuk membangun keberanian, kepercayaan diri dan kemampuan tampil di hadapan publik.
Setiap peserta mengikuti perlombaan sesuai dengan cabang yang telah ditentukan panitia. Para peserta juga mendapatkan pendampingan dari guru maupun orang tua selama kegiatan berlangsung.
Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan anak-anak TK dan PAUD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen. Sebelumnya, mereka telah mengikuti tahapan seleksi di tingkat kecamatan sehingga peserta yang tampil dalam kegiatan tingkat kabupaten merupakan perwakilan yang telah melalui proses seleksi.
Dinilai Secara Objektif
Untuk memastikan setiap perlombaan berlangsung sesuai ketentuan, panitia menghadirkan belasan dewan juri yang bertugas pada masing-masing bidang perlombaan.
Para juri melakukan penilaian berdasarkan kriteria dan ketentuan yang telah ditetapkan. Penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kemampuan peserta sesuai karakteristik masing-masing cabang perlombaan.
Kehadiran dewan juri juga menjadi bagian penting dalam menjaga pelaksanaan perlombaan agar berlangsung tertib dan memberikan pengalaman yang baik bagi anak-anak.
Namun demikian, bagi peserta usia dini, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan. Keberanian untuk tampil, proses belajar, kemampuan berkreasi serta pengalaman mengikuti kegiatan bersama anak-anak dari berbagai daerah di Kabupaten Bireuen menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Antusiasme juga terlihat dari para orang tua dan guru yang mendampingi anak-anak selama perlombaan berlangsung. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan orang dewasa dalam memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada anak ketika mengikuti kegiatan di lingkungan yang lebih luas.
Bagi sebagian anak, tampil di hadapan juri dan peserta lainnya menjadi pengalaman tersendiri. Dari pengalaman tersebut, anak belajar untuk percaya pada kemampuan diri, mengikuti aturan, menyelesaikan tugas dan menghargai hasil yang diperoleh.
Perkuat Sinergi Perlindungan dan Pendidikan Anak
Peringatan HAN ke-42 di Kabupaten Bireuen sekaligus menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab bersama.
Guru memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan dan pembinaan di lingkungan sekolah. Orang tua menjadi fondasi utama dalam membangun karakter anak di lingkungan keluarga, sementara masyarakat dan pemerintah memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan mendukung perkembangan anak.
Sinergi tersebut diperlukan agar anak-anak Bireuen dapat tumbuh dalam lingkungan yang memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, bermain, berkreasi dan mengembangkan potensi secara optimal.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen berharap momentum HAN ke-42 tidak berhenti pada pelaksanaan perlombaan dan kegiatan seremonial. Lebih dari itu, peringatan tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan, perlindungan dan pembentukan karakter anak.
Anak-anak yang tampil dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Kabupaten Bireuen. Karena itu, memberikan kesempatan kepada mereka untuk tumbuh dengan pendidikan yang baik, lingkungan yang positif serta pendampingan yang tepat merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.
Melalui peringatan HAN ke-42 yang dirangkaikan dengan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, semangat untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, percaya diri, berkarakter dan berakhlakul karimah kembali ditegaskan.
Pesan yang ingin dibangun pun sederhana namun memiliki makna besar: menyayangi anak berarti memberikan ruang untuk tumbuh, melindungi mereka berarti menciptakan lingkungan yang aman, dan membangun masa depan Bireuen berarti mempersiapkan generasinya sejak hari ini.

