Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jumpai Anggota Komisi X DPR RI, Syahrizal Sampaikan Aspirasi Para Guru Daerah

Selasa, 30 September 2025 | 23:36 WIB Last Updated 2025-09-30T16:36:21Z

Ketua Komisi V DPRK Bireuen, Syahrizal, SP foto bersama Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti, S.Si., M.PSDM, di ruang 418 Gedung DPR RI, Jakarta usai pertemuan berlangsung.

 

Detikacehnews.id | Jakarta – Setelah menghadiri kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, anggota DPRK Bireuen, Syahrizal, S.P., berkesempatan menjumpai Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti, S.Si., M.PSDM, di ruang 418 Gedung DPR RI, Jakarta.


Dalam pertemuan tersebut, Syahrizal yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi V DPRK Bireuen menyampaikan sejumlah aspirasi penting yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru, khususnya di daerah.


Syahrizal menyoroti beberapa isu utama yang menjadi perhatian para guru di Kabupaten Bireuen, di antaranya terkait keterlibatan guru sekolah swasta dalam program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Menurutnya, selama ini guru-guru terbaik dari sekolah swasta harus meninggalkan institusi tempat mereka mengabdi untuk mengikuti seleksi P3K, sehingga sekolah swasta kehilangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.


Kami berharap guru-guru sekolah swasta dapat diberikan kesempatan mengikuti P3K tanpa harus meninggalkan sekolah asal. Dengan begitu, selain memperluas kuota penerimaan, program ini juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi lulusan pendidikan,” ujar Syahrizal.



Selain itu, ia juga menyoroti adanya beban biaya yang cukup berat terkait pelatihan kurikulum Coding dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang dibebankan kepada guru. Ia menilai seharusnya pemerintah mengambil alih biaya tersebut agar tidak memberatkan tenaga pendidik.


Isu lainnya yang turut disampaikan adalah nasib guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang hingga kini masih dianggap sebagai guru nonformal sehingga tidak memiliki akses mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Padahal, peran guru PAUD sangat vital dalam mendidik anak-anak sejak usia dini.



Syahrizal juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap berbagai bentuk dukungan lain seperti beasiswa untuk guru dan anak guru, program pertukaran atau magang guru, tunjangan transportasi dan komunikasi bagi guru swasta, serta adanya skema tabungan pensiun untuk guru swasta.


Tak hanya itu, ia juga mengusulkan adanya bantuan pengadaan buku referensi Islam di perpustakaan sekolah, penyediaan media pembelajaran digital, serta dana khusus bagi sekolah swasta yang menerima siswa inklusi.



Di sisi lain, terkait program Makan Bergizi Gratis, Syahrizal menyatakan dukungannya namun berharap mekanisme pelaksanaannya lebih fleksibel dengan memberi kesempatan sekolah untuk mengelola secara mandiri. Ia juga menambahkan pentingnya perhatian terhadap siswa miskin melalui Program Indonesia Pintar (PIP), khususnya untuk Kabupaten Bireuen pada alokasi APBN 2026 mendatang.


Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa isu-isu serupa juga kerap muncul dari berbagai daerah lain dan sebagian sudah pernah dibahas dengan pemerintah.


Apa yang bapak sampaikan sebenarnya juga menjadi aspirasi banyak daerah. Sebagian besar sudah pernah kami diskusikan dengan pemerintah, dan insha Allah akan terus kita perjuangkan, apalagi saat ini tengah berlangsung pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Masukan-masukan seperti ini akan sangat relevan untuk dimasukkan dalam revisi undang-undang tersebut,” ujar Reni.


Lebih jauh, Reni juga berbagi pengalaman ketika dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Surabaya. Menurutnya, pemerintah daerah dapat berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan guru melalui kebijakan yang berpihak.


Di Surabaya, kami memiliki program Tambahan Penghasilan untuk Guru (Tamsil) bagi guru honorer, serta Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk menunjang kegiatan pendidikan. Program semacam ini bisa bapak perjuangkan agar juga hadir di daerah bapak,” ungkapnya.


Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan produktif. Syahrizal menyampaikan apresiasinya atas sambutan positif yang diberikan Reni Astuti serta berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi para guru di Kabupaten Bireuen dan daerah-daerah lainnya.