Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mahasiswa KKM Universitas Almuslim Dampingi Warga Lueng Kuli Pulihkan Trauma Pascabanjir

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:13 WIB Last Updated 2026-01-07T14:14:38Z

Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKM dengan anak-anak terdampak banjir di desa Lueng Kuli, Kecamatan Peusangan Selatan.

 

Detikacehnews.id | Bireuen – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Angkatan XXVIII melaksanakan kegiatan pendampingan pemulihan trauma pascabanjir bagi masyarakat Desa Lueng Kuli, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Kegiatan yang berlangsung sejak 10 hingga 30 Desember 2025 ini dipusatkan di lingkungan Desa Lueng Kuli dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak cukup berat secara psikologis akibat bencana banjir.


Kelompok 1 KKM Universitas Almuslim yang diketuai oleh Hilmi Naziq hadir langsung di tengah masyarakat dengan berbagai program kemanusiaan dan edukatif. Kelompok ini terdiri dari 15 mahasiswa, yakni Ikram Mahdi, Najwa Fadhia, Annisa Nabila, Magfirah, Maulina, Dina Munira, Muazzinah, Putri Malzahara, Nadila Rahmah Zakaria, Zuriana, Inayatul Rizka, Nia Nurul Syifa, Zikra Fatira, dan Cut Intan Keumala Sari. Seluruh kegiatan berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Iskandar Zulkarnaini, S.Kom., M.Kom.



Ketua Kelompok KKM, Hilmi Naziq, mengatakan bahwa kondisi psikologis warga, terutama anak-anak di Desa Lueng Kuli, masih sangat rentan pascabanjir. Trauma mendalam masih dirasakan akibat kehilangan tempat mengaji, rusaknya fasilitas lingkungan, serta pengalaman langsung menghadapi bencana.


Anak-anak di Desa Lueng Kuli mengalami trauma yang cukup berat. Dengan kehadiran kami, mereka mulai terhibur dan perlahan bisa melupakan trauma yang mereka rasakan. Kami berusaha menciptakan ruang yang aman dan menyenangkan agar mereka bisa kembali tersenyum,” ujar Hilmi.


Sebagai bentuk kepedulian, mahasiswa KKM secara rutin memberikan pendidikan mengaji bagi anak-anak, mengingat tempat mereka mengaji sebelumnya sudah tidak dapat digunakan. Respons anak-anak dinilai sangat antusias dan positif. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi kebencanaan, terutama langkah-langkah penyelamatan diri jika sewaktu-waktu bencana kembali terjadi.


Tidak hanya berfokus pada pendidikan formal dan keagamaan, mahasiswa KKM juga merancang berbagai program mandiri untuk pemulihan trauma anak-anak. Kegiatan tersebut meliputi sesi bercerita untuk mengekspresikan pengalaman traumatis, mengarang cerita pendek, menggambar dan mewarnai, hingga membuat kerajinan tangan seperti gelang. Pendekatan ini dilakukan agar anak-anak dapat menyalurkan emosi mereka secara positif dan perlahan kembali membangun rasa aman.


Kami mencoba hadir lebih responsif. Ketika anak-anak membutuhkan bantuan atau mengalami kesulitan, kami berusaha selalu ada. Harapannya, kehadiran kami benar-benar memberi dampak secara psikologis,” tambah Hilmi.


Pendampingan juga menyasar para ibu di Desa Lueng Kuli. Mahasiswa KKM menginisiasi kegiatan pembuatan sabun sebagai media interaksi dan sarana berbagi cerita antarwarga. Aktivitas ini dinilai efektif untuk mengurangi tekanan psikologis serta memperkuat solidaritas sosial pascabencana.


Selain itu, mahasiswa KKM turut membantu berbagai kegiatan relawan kemanusiaan, mulai dari penyaluran bantuan logistik, pakaian, hingga pendampingan layanan kesehatan. Mereka juga sempat berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), termasuk relawan PMI dari Jepang, serta dokter relawan yang melakukan pemeriksaan kesehatan warga pascabanjir.


Dosen Pembimbing Lapangan, Iskandar Zulkarnaini, S.Kom., M.Kom, mengapresiasi dedikasi dan kepedulian mahasiswa KKM Universitas Almuslim yang tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga berperan aktif dalam misi kemanusiaan.


Kegiatan KKM ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga memberikan dukungan psikososial yang sangat dibutuhkan warga pascabencana,” ujarnya.


Sementara itu, Keuchik Desa Lueng Kuli, Andri Suheri, S.ST, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM Universitas Almuslim yang dinilainya sangat membantu masyarakat.


Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada mahasiswa KKM Universitas Almuslim. Kehadiran mereka membawa semangat baru bagi warga, terutama anak-anak. Mereka bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga memulihkan mental dan trauma masyarakat kami,” kata Andri Suheri.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Universitas Almuslim diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan masyarakat Desa Lueng Kuli, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan empati sebagai bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.