Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Pimpin Langsung Pembersihan Alur Sungai Krueng Beukah, Antisipasi Banjir Susulan di Peusangan Selatan

Minggu, 12 April 2026 | 13:20 WIB Last Updated 2026-04-12T06:20:50Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen - Upaya pencegahan banjir susulan di kawasan pedalaman terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Untuk mengantisipasi potensi luapan sungai akibat tumpukan material sisa bencana, Bupati Bireuen, Mukhlis, turun langsung memimpin pembersihan sampah kayu yang menumpuk di aliran sungai Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Jumat (10/4) pagi.

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir menyebabkan material kayu dan sedimen menutup alur sungai di sekitar jembatan Krueng Beukah hingga kawasan Lueng Kuli. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu banjir susulan, terutama bagi masyarakat yang masih dalam proses pemulihan pascabencana sebelumnya.

Menindaklanjuti laporan dari aparatur gampong, Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah segera mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan aliran sungai yang tertutup tumpukan kayu. Proses pembersihan difokuskan pada titik-titik yang dinilai berpotensi menghambat aliran air.

Usai melakukan pembersihan di kawasan Krueng Beukah, pemerintah daerah juga merencanakan penanganan lanjutan di wilayah Lueng Kuli. Di lokasi tersebut, saluran air dilaporkan sempat tertimbun lumpur akibat banjir sebelumnya, dan kini telah mengeras sehingga membutuhkan penanganan khusus dengan alat berat.

Kehadiran Bupati yang memimpin langsung aksi pembersihan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Keuchik Krueng Beukah, T Munawar, menyampaikan rasa terima kasih atas respon cepat pemerintah daerah terhadap kondisi yang dihadapi warga.

Alhamdulillah, masyarakat saat ini sedang berusaha bangkit dari bencana banjir akhir tahun lalu. Sekarang kami sudah dapat bernapas lega karena alur sungai yang penuh sampah kayu telah dibersihkan. Kami tidak perlu khawatir lagi karena aliran sungai sudah kembali normal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, endapan sedimen akibat bencana hidrometeorologi sebelumnya telah memicu penumpukan kayu dan material lainnya di sepanjang aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tersumbat sehingga ketika hujan deras turun, air dengan cepat meluap ke permukiman warga dan menggenangi rumah-rumah.

Menurutnya, laporan yang disampaikan kepada pemerintah daerah langsung mendapat tanggapan cepat. Bupati bersama tim turun ke lokasi untuk memastikan penanganan dilakukan secara maksimal guna mencegah dampak yang lebih besar.

Sementara itu, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus fokus dan serius menyahuti kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana maupun pascabencana. Ia menilai normalisasi alur sungai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Alur sungai di jembatan Krueng Beukah ini dipenuhi sedimen dan tumpukan sampah kayu. Karena itu harus segera ditangani agar aliran air kembali normal dan tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta seluruh keuchik di wilayah Kabupaten Bireuen untuk lebih responsif terhadap kondisi di lapangan. Apabila terdapat potensi bencana atau situasi darurat, aparatur gampong diminta segera melaporkan kepada pemerintah daerah agar dapat ditangani dengan cepat.

Langkah sigap ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memperkuat mitigasi bencana serta memastikan keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir seperti kawasan pedalaman Peusangan Selatan. Dengan normalnya kembali aliran sungai, diharapkan potensi banjir susulan dapat diminimalkan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman.