Detikacehnews.id | Bireuen — Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Bireuen mulai dilakukan secara bertahap oleh pemerintah bersama pihak swasta. Program ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya bagi penyintas yang rumahnya mengalami rusak berat maupun hilang berdasarkan hasil verifikasi tahap I.
Pembangunan huntap oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini tersebar di sejumlah desa. Di Kecamatan Jangka, pembangunan dilakukan di Desa Kuala Ceurape, Bugeng, dan Alue Bayeu Utang. Selain itu, pembangunan juga berlangsung di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, serta Desa Balee Panah dan Paya Cut di Kecamatan Juli.
Hingga Minggu, 12 April 2026, di Desa Kuala Ceurape, BNPB telah memulai pembangunan sebanyak 20 unit huntap dengan progres yang bervariasi. Sebagian unit telah memasuki tahap pemasangan hebel, plasteran, hingga pemasangan pondasi, sementara beberapa lainnya masih pada tahap pengadaan material di lokasi. Di Desa Bugeng, sebanyak 10 unit huntap sedang dikerjakan dengan kondisi progres yang juga beragam. Sementara itu, satu unit huntap di Desa Alue Bayeu Utang masih berada pada tahap onsite material.
Pembangunan juga berlangsung di Desa Balee Panah sebanyak 17 unit. Progresnya meliputi pemasangan hebel dan kusen, pemasangan pondasi, pembangunan bouwplank (boplang), serta pengiriman material ke lokasi. Selain itu, terdapat tiga unit huntap contoh yang telah lebih dahulu dibangun pada Maret 2026 sebagai model pembangunan.
Di sisi lain, dua unit huntap relokasi milik warga Kuala Ceurape yang dibangun di Desa Alue Kuta juga telah memasuki tahap pengiriman material. Hal serupa terjadi pada lima unit huntap di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, yang materialnya telah berada di lokasi pembangunan.
Selain BNPB, pembangunan huntap juga mendapat dukungan dari berbagai pihak swasta. Salah satunya dari donasi PT Blang Keutumba yang dipimpin oleh H. Subarni A. Gani, dengan total kontribusi sebanyak 60 unit huntap. Pembangunan tersebut tersebar di beberapa desa, antara lain 10 unit di Balee Panah, 10 unit di Teupin Mane, dan 10 unit di Simpang Jaya, semuanya berada di Kecamatan Juli.
Selanjutnya, 10 unit huntap juga dibangun di Desa Alue Limeng serta 10 unit di Desa Salah Sirong. Namun, pembangunan di Salah Sirong masih terkendala distribusi material sehingga belum dapat dimulai. Pembangunan tambahan juga direncanakan di Desa Kubu dan Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, dengan progres yang bervariasi mulai dari tahap awal hingga mencapai 50 persen.
Sementara itu, pembangunan 45 unit huntap di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, yang dilaksanakan oleh DT Peduli, pada Senin, 13 April 2026 telah dimulai dengan pemasangan bouwplank sebagai tahap awal konstruksi.
Kontribusi juga datang dari PT Takabeya Perkasa Group yang membangun tujuh unit huntap di Kecamatan Gandapura. Unit tersebut tersebar masing-masing satu unit di Desa Blang Guron, Cot Tufah, Cubo, dan Teupin Siron, serta tiga unit di Desa Samuti Aman. Dari total tersebut, lima unit telah memasuki tahap pemasangan dinding, sementara dua unit lainnya telah menyelesaikan tahap pemasangan bouwplank.
Pembangunan huntap tahap I ini dilakukan secara bertahap oleh BNPB dan berbagai pihak swasta yang telah menyatakan komitmen kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Hingga saat ini, jumlah huntap yang mulai dan sedang dalam proses pembangunan mencapai 152 unit.
Pemerintah berharap pembangunan tahap pertama ini dapat berjalan lancar sehingga para penyintas bencana dapat segera menempati hunian tetap yang layak. Dengan demikian, proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli, menyampaikan harapannya agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa huntap tersebut diperuntukkan bagi warga yang telah terverifikasi mengalami kerusakan rumah kategori berat atau kehilangan tempat tinggal, sehingga mereka dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.
